Faisal Basri: Cukai Plastik Bakal Bikin Harga Minuman Makin Mahal

UANG | 17 Juli 2019 19:36 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ekonom Faisal Basri menyoroti kebijakan cukai plastik yang bakal diterapkan pemerintah. Dia menilai kebijakan tersebut berdampak pada naiknya biaya yang harus ditanggung industri.

Sebagai gambaran, dia membandingkan ongkos angkut botol kaca dengan botol plastik. Jika ditelisik maka ongkos angkut botol kaca jauh lebih mahal dibandingkan botol plastik.

"Cukai plastik, lantas plastik itu diganti sama botol kaca. Botol kaca itu, ongkos angkutnya 20 kali lebih mahal dari plastik. Ke konsumen, dibawa lagi ke recyclingnya pakai truk lagi kan berat itu. Kemudian dicuci dulu pakai soda ongkos lagi," kata dia dalam diskusi di Jakarta, Rabu (17/7).

Menurut dia, ujung-ujungnya yang turut terkena dampak dari kebijakan tersebut adalah masyarakat. Sebab, jika ongkos angkut menjadi mahal, maka akan berdampak pada kenaikan harga produk.

"Ndak mikir, tapi zero plastik. Kacau semua. Jadi harga minuman jadi lebih mahal," tegas dia.

Faisal Basri menyebut, sebenarnya yang menjadi masalah di Indonesia adalah pengelolaan plastik. Jika plastik dapat dikelola dengan baik, maka tidak akan timbul masalah yang berkaitan dengan penggunaan plastik di Indonesia.

"Kan masalahnya adalah pemerintah gagal untuk menciptakan sistem pengumpulan limbah yang efektif, gitu kan. Ya dorong proses recyclingnya," tandasnya.

Baca juga:
Kemenkeu: Cukai Hanya untuk Plastik Belanja, Bukan Kantong Daging Atau Gula
Kemenkeu: Pungutan Cukai Plastik untuk Pengelolaan Limbah Sampah
Membandingkan Tarif Cukai Plastik RI dengan Negara Lain
Pengusaha Khawatir Pemberlakuan Cukai Plastik Turunkan Daya Beli Masyarakat
Tarif Cukai Plastik Diusulkan Rp30.000 per Kg, Ini Respons Menperin
Pemerintah Siap Beri Insentif untuk Industri Plastik Ramah Lingkungan

(mdk/idr)