Faisal Basri Kritik Konsep Holding BUMN Menteri Rini

UANG | 15 Oktober 2019 16:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom Senior Faisal Basri menilai kinerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pemerintahan Rini Soemarno selama 5 tahun terakhir terbilang bobrok. Sebab, merajalelanya tindak korupsi di tubuh BUMN hingga konsep pembentukan holding yang digalakkan pemerintah saat ini tidak efektif.

"Korupsi di BUMN, konsepnya ngaco, holding. Ini perusahaan paling miskin jadi induk holding kan goblok. Pilih dong yang badannya paling tinggi, kan ada kriterianya," keluh dia di Jakarta, Selasa (15/10).

"Semua mau diholdingkan dari satu ke lain industri beda. Industri keuangan itu enggak ada ceritanya holding, dia merger akuisisi. Jadi dari konsep saja ngaco, melaksanakannya jadi ngaco, jadi rusak semua BUMN kita," cetusnya.

Namun, kritikan tersebut bukan berarti dia memiliki masalah pribadi dengan Rini Soemarno. Tak lupa, Faisal juga berpesan agar Menteri BUMN selanjutnya mau membenahi segala pekerjaan rumah dari pemerintahan sebelumnya. Seperti memetakan mana saja perusahaan milik negara yang selama ini belum banyak memberi dampak besar bagi masyarakat.

"Ya mulai dari konsep yang benar petakan dulu. Misalkan BUMN yang maslahat sosialnya rendah, tidak efisien, bunuh. Kan sederhana. Kalau sekarang dipelihara yang maslahat sosial tinggi dan efisien itu sudah sehat jangan dibikin rusak. Bikin dulu matriksnya jadi jelas," tutur dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Cetak Generasi Berkualitas, Askrindo Serahkan Bantuan Mobil Pintar untuk Aceh
Pelni Uji Coba Pergerakan Tiga Kapal KM Gandha Nusantara
Hingga September 2019, Taspen Bayar Klaim Rp329,84 Miliar
Kuartal III-2019, Taspen Bukukan Laba Rp84 Miliar
BNI Telah Salurkan Bantuan Sosial ke 4.005 Rekening di Morotai
Pertamina: Pendirian PIMD Bukan Pengganti Petral

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.