Fakta Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi, Siap-Siap Terjadi Kelangkaan

Fakta Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi, Siap-Siap Terjadi Kelangkaan
Daging Sapi. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo
UANG | 20 Januari 2021 06:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) melakukan aksi mogok perdagangan daging sapi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) selama tiga hari ke depan. Hal itu tertuang dalam SE bernomor 08/A/DPD-APDI/I/2021 yang memuat rencana mogok jualan sejak Selasa (19/1) hingga Kamis (22/1).

Kepala RPH Tunas Karya Pamulang, Suwandi mengaku akan menghentikan sementara usaha pemotongan hewan di RPH-nya. Ini sebagai bentuk aksi solidaritas pengusaha RPH terhadap pedagang daging sapi.

"Tidak ada instruksi demo atau apa. Kita berpartisipasi atas aksi rekan-rekan kita para pedagang, kita ikut support," ungkap Suwandi Kepala RPH Tunas Karya Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengungkapkan, aksi mogok protes APDI ini disebabkan oleh lonjakan harga daging sapi yang terlampau tinggi dan dianggap tidak wajar.

Pengurus Pasar Serpong, Malikin Karya menjelaskan, aksi mogok berjualan itu akan terus berlangsung sampai harga daging di tingkat suplier berangsur normal.

Atas aksi mogok pedagang daging sapi ini, berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah faktanya. Termasuk kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan.

Baca Selanjutnya: 1 Daging Sapi Berpotensi Langka...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami