Fakta di Balik Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500

Fakta di Balik Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500
sriwijaya air. jetphoto.net
UANG | 10 Januari 2021 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kemarin, tragedi kembali mendera Indonesia. Pesawat Sriwijaya Air yang berisi 62 orang jatuh. Sejumlah kapal telah dikerahkan untuk ke lokasi pesawat hilang kontak yakni, di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menceritakan Sriwijaya Air hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. Pesawat itu dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Menhub Budi mengatakan pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Pada pukul 14.37 WIB, pesawat sempat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki. Kemudian, pesawat terlihat tidak sesuai dengan arah perjalanan pada pukul 14.40 WIB.

"Tidak lama kemudian, dalam hitungan seconds (detik), SJY 182 hilang dari radar," ucapnya.

Adapun Sriwijaya Air berjumlah 50 penumpang dan 12 kru pesawat. Terdiri dari 43 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta di balik tragedi naas tersebut.

Baca Selanjutnya: 1 Pesawat Tua Namun Kondisi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami