Fakta-fakta Mengejutkan Seputar Penerimaan CPNS

UANG | 21 November 2019 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo. Presiden Jokowi meminta Menteri Tjahjo melakukan perbaikan sistem rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Dipanggil bapak presiden untuk mendengarkan tambahan arahan, berkaitan visi misi bapak presiden, skala prioritas yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. Intinya, perbaikan rekrutmen CPNS, sekarang dalam proses," kata Menteri Tjahjo.

Pemerintah pun mulai memantau akun media sosial para kandidat PNS. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Dwi Wahyu Atmaji.

Menurutnya, pemantauan itu bertujuan untuk mencegah kandidat CPNS yang terpapar paham radikalisme. "Medsosnya bisa dipantau. Ya intinya yang anti NKRI, anti pancasila, anti pemerintah, anti ya itulah," kata dia usai acara peluncuran Portal aduan ASN di Jakarta.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan bahwa pihaknya juga meminta kepolisian untuk melihat dan merekam jejak digital para pelamar saat mengajukan permohonan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Dwi berkata hal itu dilakukan karena ada kekhawatiran di kalangan pemerintah terhadap gerakan radikalisme di lingkungan ASN. Dia juga mengingatkan pemerintah serius menangani radikalisme di kalangan ASN.

"Kalau yang sudah nyata menentang Pancasila, sudah pasti itu sanksi berat, sudah harus dikeluarkan dari ASN karena ASN itu harus menjadi penegak Pancasila, pengawal Pancasila," ucap dia.

Lalu apa fakta lainnya seputar CPNS? Berikut rangkumannya untuk pembaca merdeka.com.

1 dari 4 halaman

Temuan Ombudsman, Ada Diskriminasi di Penerimaan CPNS

Koordinator Pengampu Bidang Resolusi dan Monitoring Ombudsman, Ninik Rahayu, menemukan adanya diskriminasi gender pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Saat ini, pemerintah tengah membuka pendaftaran CPNS sejak 11 November 2019.

"Kalau misalnya Kemenhan tidak terima perempuan hamil. Apakah kekhususan kemampuan reproduksi perempuan itu dijadikan dasar untuk menghambat seseorang untuk bisa bekerja," ucap Ninik di acara Ngopi Bareng Ombudsman, di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

Ninik menganggap bila di dalam pelaksanaan tes ada kekhawatiran menyebabkan gugurnya janin, perlu adanya pertimbangan tes dengan cara yang berbeda khusus untuk perempuan hamil.

"Ini kan, hamil menyusui melahirkan, itu kan hal-hal yang sangat reproduktif yang hanya dimiliki perempuan. Bukan untuk didiskriminasi tapi untuk dihormati begitu," sambung Ninik.

Ninik mengatakan formasi perempuan di Kemenhan tidak selalu untuk perang, perempuan bisa ditempatkan di dalam kantor. Dia berharap ini menjadi perhatian dari KemenPAN-RB.

"Memang iya yang semua diterima Kemenhan itu formasinya untuk perang, tidak juga kan? Kalau cuma dia di kantor kan banyak juga perempuan hamil yang duduk di kantor dan itu tidak ada masalah."

"Saya kira perlu mendapatkan perhatian dari Kemenpan RB, jangan sejak awal proses rekrutmen ini dipertontonkan adanya diskriminasi juga jangan pura-pura nanti di front office nya tidak ada diskriminasi, di back office nya tetap dihabisin," tegas Ninik.

Menurut Ninik, KemenPAN-RB perlu memastikan keadilan di seluruh formasi baik pusat maupun kabupaten kota. "Ini yang saya kira KemenPAN-RB harus betul-betul membuat tool yang baik untuk memastikan bahwa orang dengan diskriminasi gender yaitu perempuan, dan termasuk kawan-kawan disabilitas memiliki peluang yang sama. Mengakses yang sama di dalam formasi CPNS yang 197.117 itu pada tahun 2019 ini," tutup Ninik.

2 dari 4 halaman

Ternyata, Pelamar Siluman Bertebaran di Pendaftaran CPNS

Ternyata, tidak hanya desa, saat ini ada juga pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) siluman. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendeteksi ada oknum-oknum nakal yang mengerahkan CPNS siluman alias fiktif untuk mendaftar di suatu instansi.

Apa tujuannya? BKN mencurigai ada orang yang ingin membuat formasi CPNS terlihat banyak pelamar. Alhasil, orang-orang lain menjadi ogah mendaftar karena berpikir akan banyak saingan.

Pihak BKN menemukan hal tersebut saat memeriksa dokumen-dokumen pelamar tes CPNS 2018. Saat itu banyak peserta gagal lolos seleksi administrasi karena dokumen yang di-submit tampak asal-asalan.

"Ternyata dulu itu ada orang yang dikerahkan untuk masuk ke dalam salah satu formasi sehingga seolah-olah yang daftar itu banyak. Tujuannya biar kalau di situ sudah banyak, maka (pelamar) mencari yang lain, yang kira-kira pendaftarnya sedikit," jelas Plt. Kabiro Humas BKN Paryono kepada Liputan6.com, Jumat (15/11).

Paryono menjelaskan jika pendaftar formasi terlihat banyak, maka akan ada efek psikologis bagi pelamar lainnya, yakni berupa ragu untuk bersaing di formasi tersebut.

Padahal, pelamar di formasi itu dicurigai banyak peserta CPNS fiktif. Pelamar yang awalnya terlihat banyak pun langsung menjadi sedikit ketika proses seleksi administrasi selesai.

"Dokumen yang diunggah banyak yang tidak sesuai. Mereka sudah submit, tetapi begitu diperiksa itu banyak dokumen yang tidak sesuai begitu diverifikasi, sehingga mereka tidak lolos seleksi administrasi. Wong, dia itu hanya untuk mengacaukan saja," ujar Paryono.

Sekadar informasi, tahun lalu peserta CPNS memang bisa melihat berapa jumlah orang yang sudah melamar di suatu instansi. Untuk menghindari kejadian sama terulang, maka tahun ini jumlah pelamar ke suatu formasi sengaja tidak ditampilkan.

3 dari 4 halaman

Passing Grade CPNS Turun Akibat Tak Banyak Peserta Lulus

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, menjelaskan nilai ambang batas (passing grade) yang digunakan pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini lebih rendah. Hal tersebut lantaran tahun kemarin passing grade dinilai terlalu tinggi sehingga banyak peserta yang tidak lulus di Kabupaten/Kota.

"Kalau tidak, kemarin tuh sampai ada beberapa Kabupaten/Kota tidak ada yang lulus. Kan kasian juga. Kami butuh pegawai tapi dari hasil tes itu soalnya ketinggian," kata Menteri Tjahjo di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Sebelumnya, sistem seleksi CPNS 2018 pada tes SKD menggunakan Permenpan Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018.

Mengacu pada Pasal 3 Permenpan 37/2018, dijelaskan bahwa nilai ambang batas SKD CPNS 2018, yakni 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

4 dari 4 halaman

Angka Cantik Jadi Alasan BKN Buka Pendaftaran CPNS Pukul 11.11 Malam

Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan bahwa proses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) sscasn.bkn.go.id baru akan dibuka Senin (11/11) malam pukul 23.11 WIB atau 11.11 malam.

"Pertimbangannya ini lebih ke angka cantik, dan angka 11.11 adalah angka menarik untuk membuat semua orang aware. Ini yang kami coba tawarkan kepada masyarakat," ungkap Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen di Gedung BKN, Jakarta, Senin (11/11).

Pendaftaran daring diagendakan akan dibuka sampai 24 November 2019, yang dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 16 Desember. Masa sanggah terhadap hasil seleksi administrasi dibuka 16 - 19 Desember, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman masa sanggah pada 26 Desember.

Dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan BKN, instansi mengimbau kepada masyarakat agar terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang tertuang pada portal SSCASN.

(mdk/bim)

Baca juga:
Temuan Ombudsman, Ada Diskriminasi di Penerimaan CPNS
Ombudsman Minta Daerah Ikuti Aturan Soal CPNS Penyandang Disabilitas
Pendaftar CPNS DKI Jakarta Tembus 13 Ribu
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diharapkan Lebih Besar dari 2018
Jokowi Panggil MenPAN-RB Minta Proses Penerimaan CPNS Diperbaiki
Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Pelamar CPNS 2019 Beserta Jawaban Pemerintah
Per 18 November, KemenkumHAM Paling Banyak Diincar Pendaftar CPNS 2019