Fakta Pengangguran RI, Menurun Sejak 2015 Tapi Jumlah Terus Bertambah

UANG | 6 November 2019 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis tingkat pengangguran di Indonesia. Tercatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2019 adalah sebesar 5,28 persen.

Angka TPT pada perempuan lebih rendah sebesar 5,23 persen dibandingkan dengan laki-laki sebesar 5,31 persen. Penurunan TPT tahun lalu pada perempuan sebesar 0,03 persen poin lebih rendah juga dibandingkan dengan laki-laki sebesar 0,09 persen poin.

Angka ini dinilai terus menurun sejak 2015. Meski demikian, jumlah pengangguran justru meningkat. Berikut fakta-fakta pengangguran di Indonesia.

1 dari 4 halaman

Turun Sejak 2015

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka pengangguran pada Agustus 2019 ini terus mengalami penurunan sejak 2015. Pada Agustus 2018, tingkat pengangguran Indonesia mencapai 5,34 persen.

"TPT merupakan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja. TPT mengalami penurunan dari Agustus 2015 sampai periode Agustus 2019 sebesar 0,90 persen poin," kata Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Selasa (5/11).

2 dari 4 halaman

Jumlah Pengangguran dari SMK Tertinggi

BPS mencatat, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan angka tertinggi sebesar 10,42 persen di antara jenjang pendidikan lain. Untuk TPT terendah adalah jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) sebesar 2,41 persen.

"Sedangkan untuk tren TPT menurut kelompok umur mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak Agustus 2015 sampai Agustus 2019 sebesar 0,01 sampai 4 persen poin," jelas Suhariyanto.

Semakin tinggi usia maka TPT cenderung menurun. Pada Agustus 2019 kelompok umur muda (15-24) memiliki angka tertinggi sebesar 18,62 persen. Angka TPT terendah adalah usia lansia sebesar 0,66 persen.

3 dari 4 halaman

Jumlah Pengangguran Naik 50.000 orang

Meski menurun, jumlah pengangguran pada Agustus 2019 sebesar 7,05 juta orang. Angka ini naik sebesar 50.000 orang dari tahun lalu di periode yang sama mencapai 7 juta orang.

Sementara, 126,51 juta orang adalah penduduk bekerja. Di mana, jumlah angkatan kerja adalah 133,56 juta orang. Jumlah angkatan kerja ini naik sebesar 2,55 juta orang.

TPAK Agustus 2019 tercatat 67,49 persen, meningkat sebesar 0,23 persen poin dibanding Agustus 2018. Sejak Agustus 2015 sampai Agustus 2019, TPAK mengalami peningkatan sebesar 1,73 persen poin. Dengan adanya peningkatan TPAK ini maka terdapat indikasi potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja yang meningkat.

"Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki pada Agustus 2019 sebesar 83,13 persen. Sedangkan untuk TPAK perempuan sebesar 51,89 persen."

4 dari 4 halaman

Pengangguran Terbanyak dari Banten

BPS mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten pada Agustus 2019 adalah sebesar 8,11 persen. Angka tersebut menjadikan Provinsi Banten menempati posisi tertinggi angka pengangguran di Indonesia.

Angka tersebut juga lebih tinggi dari angka nasional sebesar 5,28 persen. Meski demikian, angka pengangguran Banten tersebut menurun dibandingkan dengan keadaan Agustus 2018 sebesar 11,52 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten, Adhi Wiriana mengatakan, Banten masih tertinggal dengan provinsi lain dalam menanggulangi persoalan pengangguran terbukti menduduki peringkat pertama angka pengangguran se Indonesia, diikuti Provinsi Jawa Barat sebesar 7,99 persen dan Maluku sebesar 7,08 persen. Sedangkan Provinsi Bali menjadi daerah paling rendah angka pengangguran di Indonesia sebesar 1,52 persen.

"Jadi ternyata (Banten) kurang canggih dari provinsi lain karena kita terbesar se Indonesia dari 34 provinsi. Kita nomor 1 Pengangguran masih lebih tinggi dari angka nasional kedua Jawa Barat," kata Adhi saat konferensi pers di kantor BPS Banten, Selasa (5/11). (mdk/azz)

Baca juga:
Banten Jadi Provinsi dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia
Naik 50.000, Pengangguran Indonesia per Agustus 2019 Sebesar 7,05 Juta Orang
BPS: Persentase Tingkat Pengangguran Indonesia Terus Turun
70.380 Warga Depok Berstatus Pengangguran
Pemda Didorong Bentuk Tim Pengendali Pengangguran
Terungkap, Misi Khusus Presiden Jokowi untuk Menkeu Sri Mulyani di Periode II