Fintech TunaiKita Telah Salurkan Pinjaman Rp1,74 Triliun

UANG | 27 September 2019 18:29 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Digital Tunai Kita sebagai penyelenggara aplikasi TunaiKita tercatat telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp1,74 triliun ke lebih dari 224.000 pelanggan di 160 kota dan kabupaten seluruh Indonesia. TunaiKita merupakan salah satu pelopor Fintech P2P Lending yang telah beroperasi lebih dari dua tahun.

CEO TunaiKita, Tumbur Pardede mengatakan, sebagai fintech terdaftar di OJK dan anggota aktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, TunaiKita berkomitmen untuk menyukseskan program inklusi keuangan pemerintah dengan senantiasa beroperasi dan berinovasi dalam koridor peraturan yang berlaku.

"TunaiKita yang selama ini dikenal sebagai platform pinjaman tunai terdepan akan berinovasi dengan produk-produk pinjaman baru, khususnya bagi kegiatan produktif," ucap Tumbur dikutip keterangannya di Jakarta, Kamis (27/9).

Saat ini, Tumbur mengajak masyarakat untuk menghadiri Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2019 yang bertajuk 'Inovasi untuk Inklusi'. Acara yang terbuka untuk umum ini berisi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan, agar masyarakat dapat lebih mengenal dan bijak dalam memanfaatkan aplikasi Fintech pilihan mereka.

Berbagai aplikasi mulai dari sistem pembayaran, e-wallet, investasi, crowdfunding, hingga P2P Lending yang membuka kesempatan bagi kegiatan produktif maupun konsumtif dapat ditemukan di IFSE 2019.

IFSE 2019 menargetkan 20.000 pengunjung untuk lebih mengenal manfaat dan peluang dari produk-produk yang ditawarkan 100 perusahaan fintech yang berpartisipasi.

"Perkembangan teknologi membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang belum menikmati akses ke berbagai layanan keuangan, seperti pinjaman dan permodalan. Untuk itu kami berkomitmen terus memberikan informasi terbaru mengenai inovasi dan layanan terbaru kami, menjangkau melalui akun-akun resmi media sosial kami," jelas Yos Kusuma,Head of Corporate Affairs TunaiKita.

Berdasarkan data OJK, terdapat 127 fintech P2P lending yang terdaftar per Agustus 2019 dengan akumulasi penyaluran dana pinjaman lebih dari Rp44,8 triliun. Setiap platform memiliki produk dan keunggulan yang berbeda, dan masyarakat diimbau untuk bijak dalam memahami dan memanfaatkan kemudahan yang diberikan produk pilihan merekat.

OJK bersama AFPI juga senantiasa mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan layanan fintech ilegal yang tidak terdaftar, karena resiko keamanan data yang sangat tinggi, bunga berbunga yang merugikan, hingga proses penagihan yang tidak beretika.

Baca juga:
Fintech Asetku Catat Telah Salurkan Dana Lebih dari Rp3 Triliun
Kredivo Terapkan Teknologi Verifikasi Data dan Pendeteksi Penipuan Setara Bank
3 Tips agar Tak Sengsara Akibat Pinjaman Online Ilegal
BI: Inovasi Fintech Jangan Kebablasan dan Harus Hati-Hati
OJK Tutup 1.300 Fintech Ilegal
Bank Indonesia Contek India dan China Kelola Data Pengguna Fintech

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT