Fitch Kembali Ganjar Indonesia Predikat Laik Investasi

Fitch Kembali Ganjar Indonesia Predikat Laik Investasi
UANG | 24 Januari 2020 19:56 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mengafirmasi peringkat surat utang atau sovereign credit rating Indonesia pada level BBB/outlook stabil (Investment Grade) pada 24 Januari 2020. Fitch sebelumnya telah mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB/stable outlook pada 14 Maret 2019.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan hal itu sebagai bentuk apresiasi terhadap kondisi perekonomian RI yang mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.

"Afirmasi rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil merupakan bentuk pengakuan Fitch atas kondisi perekonomian Indonesia yang berdaya tahan di tengah dinamika perekonomian global, didukung sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (24/1).

Dia melanjutkan, ke depannya Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif. "Dan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah guna mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Menurut pandangan Fitch, beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi rating tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara peers dengan rating yang sama.

1 dari 3 halaman

Ancaman Ekonomi RI Versi Fitch

ri versi fitch

Sementara itu, pada sisi lain, Fitch menggarisbawahi tantangan yang masih dihadapi yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta indikator struktural seperti tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara peers rating.

Fitch memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap resilien pada beberapa tahun mendatang. Didukung berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik dan agenda reformasi pada periode kedua Presiden Joko Widodo.

Upaya reformasi struktural pemerintah memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi asing langsung dalam jangka menengah, yang akan bergantung kepada langkah rinci pemerintah serta implementasinya.

"Parlemen dijadwalkan melakukan pembahasan dua Omnibus Law dalam beberapa bulan ke depan, dengan kemungkinan besar mencakup sejumlah amandemen ketentuan terkait perpajakan dan lingkungan usaha."

2 dari 3 halaman

Utang RI Tetap Akan Meningkat Tahun-Tahun Mendatang

tetap akan meningkat tahun tahun mendatang

Dari sisi fiskal, Fitch memprakirakan defisit fiskal akan tetap stabil pada 2020. Utang pemerintah diprakirakan tetap rendah yaitu 30,1 persen PDB pada 2019.

Fitch memprakirakan rasio utang terhadap PDB hanya akan sedikit meningkat pada beberapa tahun mendatang, dengan asumsi pemerintah tetap mematuhi batasan fiskal defisit 3 persen PDB.

Dari sisi domestik, tekanan inflasi diprakirakan akan tetap rendah pada lingkungan ekonomi saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi tetap terkendali dan berada dalam rentang target Bank Indonesia 3,5 persen 1 persen.

Dari sisi eksternal, kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif telah mendukung peningkatan cadangan devisa hingga mencapai USD 129 miliar pada Desember 2019. Fitch memprakirakan current account deficit (CAD) tetap berada pada level 2,7 persen PDB baik pada 2019 maupun 2020.

Dan sedikit membaik menjadi 2,6 persen pada 2021, yang lebih dari setengahnya dibiayai oleh aliran masuk investasi asing langsung, dengan sisanya dibiayai oleh aliran masuk investasi portofolio.

Implementasi reformasi struktural yang kuat dan persepsi perusahaan asing terhadap perbaikan level-playing field diharapkan dapat mendorong peningkatan aliran masuk investasi asing langsung dan memperkuat kondisi keuangan eksternal Indonesia.

3 dari 3 halaman

Risiko Perbankan Indonesia Aman

indonesia aman

Fitch memandang risiko yang bersumber dari sektor perbankan Indonesia terbatas. Rasio kredit swasta terhadap PDB hanya sebesar 36 persen dan rasio kecukupan modal bank tetap kuat, sebesar 23,7 persen pada November 2019.

Eksposur pinjaman dalam valas perbankan Indonesia tercatat sekitar 15 persen dari total pinjaman dengan kewajiban bank dalam valas dapat diimbangi oleh aset valas atau telah dilakukan lindung nilai, serta sebagian kewajiban adalah merupakan pembiayaan yang berasal dari perusahaan induk.

(mdk/bim)

Baca juga:
Usai S&P, Fitch Turut Naikkan Peringkat Kredit Lippo Karawaci Menjadi B-
Di Depan Calon Investor, Sri Mulyani Pastikan Ekonomi RI Stabil di Tahun Politik
Indonesia Pertahankan Peringkat Utang BBB dari Fitch
Fitch turunkan peringkat jadi CCC+, ini respons LPKR
BI: Perlu 22 tahun untuk mencapai rating BBB tanpa minus
Fitch naikkan peringkat RI, bos OJK girang Indonesia makin dilirik investor asing
Menkeu Sri Mulyani soal peringkat utang dari Fitch naik: Belum, AAA itu baru baik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami