Fitur Syariah LinkAja Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini

UANG | 13 November 2019 13:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana mengatakan, perusahaan akan merambah fitur baru yakni fitur syariah. Selain memperluas lini bisnis, LinkAja juga perlu merambah segmentasi pasar-pasar tertentu, seperti komunitas pesantren.

"Kita kerja sama dengan berbagai perusahaan yang memang memiliki syariah. Misalkan donasi-donasi di masjid, komunitas pesantren dan sebagainya," tuturnya di Jakarta, Rabu (13/11).

Dia menjelaskan, perbedaan LinkAja yang sudah ada dengan LinkAja Syariah hanyalah pada perlakuan (treatment) layanan keuangannya. Selain itu, produk layanan keuangannya juga bukan pinjaman konvensional dengan bunga, tetapi pembiayaan dengan akad tertentu seperti halnya mudharabah.

"Tidak ada bedanya karena uang adalah uang tapi treatment dari uang tersebut itu ada yang konvensional dan syariah. Jadi ditempatkan di bank syariah lalu transaksinya juga tidak ada cashback yang berasal dari saya tapi dari merchant," kata dia.

1 dari 2 halaman

Tunggu Restu BI

Pihaknya saat ini tengah menunggu restu dari Bank Indonesia (BI) untuk meluncurkan fitur syariah. Tetapi, Danu menegaskan LinkAja telah mengantongi sertifikasi syariah resmi dari MUI.

"Kita sudah mendapatkan sertifikasi syariah dari MUI langsung oleh Maruf Amin beberapa waktu lalu. Sekarang yang kita harus tunggu ialah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia," jelasnya.

"Itu sedang berproses karena BI membutuhkan 45 hari kerja, kita harus menghargai itu. 45 hari kerja itu selesai kalau tidak salah akhir Desember. Moga-moga sebelum itu ya tapi kita harus menunggu proses di BI," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Mundur dari Target

Danu menjelaskan, sebelum minta izin ke BI, pihaknya sudah terlebih dahulu mengurus sertifikat syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selanjutnya pihaknya juga meminta izin dari Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Sebelumnya, fitur LinkAja Syariah ditargetkan akan diluncurkan pada akhir November tahun ini.

"Proses memang dari awal kita harus ke MUI dulu, mendapatkan sertifikasi syariah. Kedua kita ke Dewan Pengawas Syariah. Hari ini saya punya dewan komisioner dari share holder semua, tapi saya juga punya DPS. Lalu setelah itu kita urus izin ke BI untuk fitur baru yaitu LinkAja syariah. Ini masih proses. Baru kita masukan," jelasnya.

Nantinya, akan ada sejumlah perbedaan antara fitur LinkAja Syariah dengan yang ada saat ini. Perbedaan pertama dari sisi transaksi. Sejauh ini, diskusi masuk hingga tata cara pemberian cashback. Apakah menurut akad syariah, memang diperbolehkan memberikan cashback.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Lewat LinkAja
Bank Mandiri Perluas Penggunaan LinkAja di 18 Merchant
Telkomsel Dorong Santri Milenial Bisnis Digital
Butuh Penyesuaian, Ini Kendala Penggunaan LinkAja untuk Bayar KRL
Menteri Rini Uji Coba Pakai LinkAja untuk Naik KRL
LinkAja Masih Tunggu Konfirmasi Perusahaan BUMN Calon Pemegang Saham

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.