Fokus Kartu Prakerja, Alasan Pemerintah Tak Lanjutkan Program Bantuan Gaji di 2021

Fokus Kartu Prakerja, Alasan Pemerintah Tak Lanjutkan Program Bantuan Gaji di 2021
Menaker Ida Fauziyah. ©2020 Merdeka.com
UANG | 3 Februari 2021 19:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau bantuan gaji tidak dilanjutkan di 2021. Sebab, pemerintah katanya akan fokus melanjutkan program Kartu Prakerja dengan alokasi anggaran sebesar Rp20 triliun.

"Iya, subsidi upah sampai sekarang memang di anggaran 2021 tidak dialokasikan. Karena kita konsentrasi pada program Kartu Prakerja. Jadi program Kartu Prakerja masih diteruskan," kata Menaker saat mengunjungi Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/2).

Menaker menegaskan dalam program Kartu Prakerja tidak hanya untuk peningkatan kompetensi tapi juga ada insentif penerima program. Maka dari itu pemerintah tidak lagi menggunakan skema subsidi upah dalam menggelontorkan bantuan untuk pekerja yang terdampak covid-19.

"Kita tidak menggunakan skema subsidi upah, tapi program Kartu Prakerja yang di situ ada insentifnya tetap dilanjutkan, alokasinya cukup besar Rp20 triliun," katanya.

Adapun pada tahun 2020 Pemerintah memang memberikan subsidi upah kepada pekerja/buruh yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta, sebesar Rp2,4 juta dari bulan Oktober hingga Desember 2020.

Menaker menjelaskan, awalnya program Kartu Prakerja hanya untuk peningkatan kompetensi, namun berubah. Di dalam program Kartu Prakerja juga terdapat semi bansosnya untuk penerima.

Baca Selanjutnya: Rencana Pembukaan Program Kartu Prakerja...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami