Freeport Siapkan Penambahan Kuota Ekspor Tembaga Olahan

UANG | 12 Juni 2019 14:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Freeport Indonesia sedang mempersiapkan penambahan kuota ekspor mineral tembaga olahan (konsentrat tembaga). Pada tahun ini volume ekspor tembaga perusahaan tersebut sebanyak 198.282 ton.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, penambahan kuota ekspor disesuaikan dengan produksi bijih tembaga, yang sedang mengalami penurunan akibat perpindahan lokasi kegiatan penambangan dari tambang terbuka menjadi bawa tanah.

"Ya kan tergantung produksi kita, kan memang ada penurunan produksi," kata Riza, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut Riza, saat ini sub holding tambang PT Indonesia Alumunium (Inalum) sedang mempersiapkan penambahan kuota. Sementara itu, untuk proses administrasinya tengah diajukan. "Lagi disiapkan (penambahan kuota). Lagi diajukan," tuturnya.

Riza pun optimis, Freeport Indonesia mampu mengejar target produksi pada tahun ini sebanyak 1,2 just ton. "Insya Allah sesuai target," tegasnya.

Untuk diketahui, Konsentrat yang diekspor oleh Freeport memang menjadi salah satu pasokan konsentrat terbesar bagi negara-negara industri seperti China, Jepang dan Korea Selatan.

Pada 2019, Freeport mendapatkan jatah produksi sebesar 1,2 juta ton konsentrat. Hasil produksi tersebut digunakan perusahaan untuk memenuhi kapasitas smelter dalam negeri sedangkan sisanya di ekspor.

Sumber: Liputan6

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono (mdk/idr)

Baca juga:
Kuartal I-2019, Pertumbuhan Ekonomi di Maluku dan Papua Masih Lesu
ESDM: Pembangunan Smelter Freeport Baru Mencapai 3,86 Persen
Produksi Emas dan Tembaga Freeport Turun
Freeport Mulai Bangun Infrastruktur Fisik Smelter Gresik Awal 2020
Freeport Berencana Ajukan Tambahan Kuota Ekspor
Bertemu CEO Freeport, Jonan Bahas Tata Kelola Lingkungan hingga Smelter
Menengok Tempat Ibadah Freeport di Kedalaman 1.700 Meter dari Permukaan Bumi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.