Gaji Pas-Pasan Bisa Punya Rumah Sendiri, Asal Ikuti Strategi Jitu Ini

UANG | 8 September 2019 10:18 Reporter : Wuri

Merdeka.com - Siapa yang tak ingin membeli rumah sendiri? Selain jadi tanda kesuksesan, rumah dianggap sebagai salah satu investasi yang menguntungkan di masa depan. Masalahnya, boro-boro mau mengajukan KPR dan membayar uang muka, terkadang untuk menabung setiap bulannya saja belum tentu bisa.

Untuk mewujudkan mimpimu memiliki hunian pribadi memang butuh waktu dan usaha, apalagi harga rumah terutama di kota-kota besar semakin mahal. Bukan saat yang tepat untuk putus asa, lakukan beberapa strategi jitu ini untuk membeli rumah meski gaji tergolong pas-pasan.

Tentukan Target yang Diinginkan

Nominal harga rumah dan DP yang perlu dipersiapkan tergantung pada rumah yang diinginkan. Jangan terburu-buru menentukan rumah karena banyaknya pertimbangan, misalnya akses jalan, fasilitas publik, hingga kondisi keuanganmu.

Semakin strategis lokasinya, misalnya di tengah kota, harga dan uang mukanya pun semakin tinggi. Perkiraannya, jika menarget memiliki rumah seharga Rp600 juta maka 30 persen dari harga tersebut merupakan DP yang harus dibayarkan.

Hemat Pengeluaran

Setelah tahu kisaran harga rumah yang diinginkan dan besaran DP yang diperlukan, ini saatnya mengelola keuangan dengan tepat, salah satunya dengan berhemat. Memulai pola hidup hemat mungkin terasa sulit di awal, apalagi buat yang terbiasa menjalani gaya hidup yang konsumtif. Coba awali dari hal-hal sederhana, seperti membawa bekal makan sendiri hingga mengurangi frekuensi berbelanja kebutuhan sekunder atau nongkrong.

Menabung itu Mutlak

Jika ingin mengumpulkan uang sebagai DP rumah, menabung jadi hal yang tak bisa ditawar. Miliki niat yang kuat dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian gaji untuk ditabung.

Untuk membiasakan diri menabung sejak dini, gunakan fasilitas auto-debit dari rekening yang dikhususkan untuk menerima gaji ke rekening yang dibuka khusus untuk tabungan menyimpan DP rumah. Besarannya bisa disesuaikan dengan target DP rumah yang diinginkan, yaitu antara 10-30 persen dari pendapatan.

Dukung dengan Investasi

Selain ditabung, bisa juga menyisihkan pendapatan untuk diinvestasikan seperti membuka deposito atau membeli emas. Dua jenis investasi ini bisa memberi hasil yang cukup besar, baik dalam bentuk bunga atau selisih harga jual dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebaiknya hindari menginvestasikan uang ke perusahaan yang menjanjikan timbal balik besar, cepat, dan risiko yang minimalis.

Manfaatkan Fasilitas KPR

Kredit Perumahan Rakyat atau KPR yang disediakan beberapa bank dapat membantumu untuk membeli rumah. Layanan itu bisa digunakan sebagai cara tepat mencicil rumah saat belum punya cukup uang untuk membelinya secara tunai.

Bank sendiri biasanya akan menyetujui angsuran maksimal 30 persen gaji per bulan. Selain itu, durasi cicilan yang diberikan pun lumayan panjang, berkisar 20-30 tahun, yang dibuat untuk membantu masyarakat membeli rumah walau dengan penghasilan yang tak terlalu besar.

Bujet terbatas bukan jadi halangan untuk memiliki rumah impian di usia muda. Lewat strategi keuangan ini, wujudkan keinginan punya hunian pribadi meski gaji terbilang pas-pasan. (eth)

Baca juga:
5 Tips Menghasilkan Uang Jutaan dengan Modal Minim
Dilema Memilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan? Ini Bedanya!
Tak Usah Malu, Ini Keuntungan Jika Bekerja di Perusahaan Kecil
Strategi Cerdas Gunakan Kartu Kredit Tanpa Harus Jadi Buruan Debt Collector
5 Hal yang Harus Dihindari Mahasiswa untuk Menghemat Pengeluaran

(mdk/wri)