Gandeng BEI, Pemprov Bangka Balitung berencana terbitkan surat utang daerah

UANG | 20 Juli 2018 11:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menggenjot kerjasama dengan pemerintah provinsi (Pemprov), salah satunya adalah dengan Provinsi Bangka Belitung (Babel). Potensi kerjasama antara lain mendorong Pemprov Babel mencari pendanaan (raising fund) dari pasar modal.

"Kita membahas apa-apa saja potensi dari Bangka Belitung (Babel) ini, sempat kita juga bahas potensi lada di sana," tutur Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Gedung BEI, Jumat (20/7).

Adapun potensi pendanaan dari pasar modal yang dibicarakan diantaranya penerbitan surat utang (obligasi daerah). "Itu (obligasi daerah) juga termasuk kita bicarakan, tapi harus diskusi lebih dalam. Pak Gubernur sudah beri arahan untuk buat tim khusus untuk diskusi dengan bursa," kata dia.

Oleh karena itu, Inarno menjelaskan, otoritas bursa akan jeli untuk cermati potensi apa yang sekiranya bisa dikembangkan, termasuk diantaranya mendorong perusahaan daerah di Babel untuk melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di bursa saham.

"Kita akan menerima tim itu dan memberikan kemungkinan kedepannya seperti apa. Apakah misalnya IPO small medium enterprises (SME) di papan akselerasi atau apa perlu nanti diskusi lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fauzi melihat potensi untuk meningkatkan partisipasi investor daerah di pasar modal melalui kerjasama ini. Hasan mengatakan kontribusi investor daerah tercatat sejauh ini terus mengalami peningkatan.

"3 tahun lalu kontribusi investor daerah di Jawa dan luar Jawa perbandingannya ini 81:19 persen, sedangkan akhir tahun lalu 75:25 persen. Ini 25 persen luar Jawa-nya," ungkapnya.

Hasan menambahkan, kontribusi untuk investor daerah terbesar kedua ditempati oleh Sumatera. "Kontribusi investor daerah terbesar kedua adalah pulau Sumatera, kemudian disusul Kalimantan, dan berikutnya Sulawesi serta Papua. Jawa ini sudah termasuk Bali ya," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pemerintah siapkan obligasi untuk Hutama Karya jika pengajuan PMN ditolak
PT SMI terbitkan obligasi ramah lingkungan pertama di Indonesia senilai Rp 3 T
Bos BEI terus minta pemerintah dorong BUMN beserta anak usahanya masuk bursa
Rupiah tengah melemah, obligasi jangka pendek lebih dilirik
BUMN sasar pasar modal cari suntikan dana pengembangan usaha
Kembangkan pelabuhan, Pelindo IV catatkan obligasi Rp 3 triliun
INDEF tuding keagresifan BI naikkan suku bunga acuan ganggu pertumbuhan ekonomi

(mdk/bim)