Gandeng Perusahaan China, Maskapai TransNusa Ekspansi Buka Cabang di Jakarta

UANG | 10 Desember 2019 12:34 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Maskapai penerbangan TransNusa mengumumkan kerja sama strategis dengan salah satu perusahaan penyedia pesawat terbesar di dunia, yakni China Aircraft Leasing Group (CALC). Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan juga daya saing perusahaan agar dapat masuk ke fase pertumbuhan berikutnya.

Managing Director TransNusa, Bayu Sutanto mengungkapkan, melalui kerja sama ini TransNusa akan dapat memanfaatkan keunggulan CALC sebagai penyedia solusi utuh dalam penyediaan jasa penerbangan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dari layanan transportasi udara sekaligus meningkatkan standar keselamatan.

Perusahaan asal China itu juga akan mengeksplorasi berbagai macam bentuk kerja sama seperti dukungan armada, manajemen aset pesawat, dan pemeliharaan pesawat. Jaringan dan pemahaman yang luas ditambah solusi yang efisien dari CALC akan membantu TransNusa dalam mempertahankan dan memperpanjang rekam jejaknya dalam hal keselamatan penumpang.

TransNusa sendiri memiliki rekor jumlah 0 kecelakaan penerbangan selama delapan tahun beroperasi, hal ini tentunya akan membuat para penumpang merasa aman selama penerbangan.

"Kerja sama kami dengan CALC akan mengiringi TransNusa ke dalam sebuah fase baru. Saat ini kami telah beroperasi di 30 rute domestik di 24 kota ditambah satu penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dan Timor Leste, serta memberikan konektivitas dalam menghubungkan antar destinasi di Indonesia maupun penerbangan internasional," ungkapnya di sela-sela acara yang digelar di Jakarta, Selasa (10/12).

Dia melanjutkan, lewat kerja sama ini TransNusa juga akan mendapatkan akses pendanaan yang kuat dari CALC dan juga China Everbright Limited (CEL), perusahaan penyedia jasa keuangan terkemuka asal HongKong yang mayoritas sahamnya dipegang oleh CALC, untuk mendorong ekspansi bisnis di masa mendatang.

"Dengan dukungan dari CALC dan CEL, TransNusa siap untuk berkembang sebagai maskapai pengumpan yang memiliki nilai tambah untuk meningkatkan konektivitas udara regional dan internasional, serta meningkatkan perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor penerbangan dan pariwisata," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Ekspansi Bisnis

Di samping itu, TransNusa juga akan melakukan ekspansi guna memberikan banyak pilihan bagi masyarakat Indonesia dan juga internasional dalam memberikan kenyamanan pelayanan dan juga nilai unggul. TransNusa akan membuka kantor baru di Jakarta yang akan membantu maskapai memperluas kehadirannya di luar basis yang ada di Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan sekaligus untuk semakin dekat dengan konsumen, mitra maskapai penerbangan, dan juga regulator industri penerbangan.

"Lokasi kantor di pusat Jakarta juga akan membantu TransNusa untuk mendapatkan sumber daya manusia yang dapat mendukung pertumbuhan perusahaan," katanya.

Direktur Eksekutif dan CEO CALC, Mike Poon menambahkan kerja sama TransNusa dengan CALC dan rencana ekspansi diatur untuk memenuhi meningkatnya permintaan jumlah penerbangan domestik. Selain itu diharapkan juga untuk meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata yang tersebar di seluruh nusantara yang akan dilengkapi jaringan maskapai penerbangan internasional terkemuka.

"Kerja sama strategis CALC dengan TransNusa tidak hanya meningkatkan kolaborasi Sino-lndo di sektor penerbangan, tetapi juga akan memfasilitasi transfer keahlian teknis dan investasi dari Cina yang akan meningkatkan pasar penerbangan Indonesia, serta mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara terutama yang berasal dari Cina. Kami percaya bahwa kerjasama strategis ini akan menguntungkan Indonesia dan masyarakat Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyambut baik kerja sama yang dilakukan kedua belah pihak. Dia pun berharap kerjasama ini juga dapat saling menguntungkan satu sama lain.

"Biarlah kalian berinvestasi saling menguntungkan juga lingkungan dipelihara kita harus jadi tuan di rumah kita sendiri kita tidak ingin, tidak jadi tuan di negeri kita sendiri, kita ini sadar kita hebat," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Menko Luhut Minta Masyarakat Tak Berspekulasi soal Masalah Garuda Indonesia
BUMN: Dirut Baru Garuda Indonesia Disahkan Januari 2020
Derita Awak Kabin Garuda Indonesia, Kerap Dimutasi Hingga Jam Kerja Lebih
Alasan Awak Kabin Garuda Indonesia Tak Berani Lawan Kebijakan Ari Askhara
Garuda Indonesia Keluarkan Surat Pemecatan 4 Direktur Terlibat Penyelundupan Harley
Curhat Awak Kabin Garuda Indonesia Kerap Dimutasi Tanpa Penjelasan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.