Garap Proyek di Australia, Terregra Siapkan Investasi Rp660 miliar

UANG | 22 November 2019 14:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) menyiapkan dana investasi hingga Rp660 miliar pada tahun depan. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek perusahaan.

Proyek tersebut yaitu 4 proyek solar mobilong di Australia Selatan yang masing-masing memiliki kapasitas 5 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2020.

Direktur TGRA, Kho Awikek menyebut, dana untuk membiayai proyek di Australia menggunakan 45 persen dari total dana investasi yang disediakan.

"Sebesar 55 persen dari total dana investasi akan dipakai untuk membiayai proyek hydro," tuturnya Jumat (22/11).

Sumber pendanaan sendiri berasa dari, 30 persen berasal dari kas internal. Sisanya sebesar 70 persen menggunakan sumber pendanaan eksternal. Itu antara lain pinjaman bank.

"Kami juga berencana melakukan right issue pada tahun depan untuk memperoleh dana dari sumber eksternal," jelasnya.

Adapun hingga September 2019, serapan belanja modal TGRA sebesar Rp110 miliar. Sementara itu, total belanja modal yang dialokasikan Terregra sepanjang tahun ini berkisar antara Rp140-150 miliar.

1 dari 1 halaman

Saham Sempat Dibekukan

Manajemen PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) angkat suara terkait pembekuan saham (suspensi) yang menimpa saham perseroan dari otoritas bursa. Saham TGRA sempat dihentikan sementara (suspensi) pada 18 November 2019, kemudian saham perusahaan dibuka kembali pada tanggal 20 November 2019.

Lalu, saham TGRA kembali di suspend pada tanggal 21 November 2019. Sepanjang tahun berjalan anjlok sebesar 80,25 persen per Rp158 per saham. Sedangkan dalam sebulan terakhir, saham Terregra masih tertekan 82,35 persen.

"Secara fundamental kinerja kami baik. Penurunan harga saham tidak mencerminkan kinerja fundamental yang sebenarnya," tutur Corporate Secretary TGRA Christin Suwito di Jakarta, Jumat (22/11).

Pihaknya juga menepis berita yang santer di pasar modal bahwa Benny Tjokro (Bentjok) memiliki saham di Terregra. "Tidak ada satu lembar pun saham milik Bentjok di Terregra. Saya sudah mengecek semuanya dan bisa saya pastikan bahwa tak ada nama Bentjok dalam struktur kepemilikan saham perusahaan," ujarnya.

Dia berharap, suspensi saham Terregra bisa segera dibuka agar saham perusahaan dapat kembali diperdagangkan oleh para investor. "Kalau dilihat dari rasio harga, saham Terregra sudah sangat murah. Kami berharap suspensi saham bisa segera dibuka," paparnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Kadin akan Bentuk Tim Bantu Pemerintah Susun Omnibus Law
Dua Industri Raksasa Korea Selatan Minat Investasi di Indonesia
Jokowi Beri Wewenang Seluruh Perizinan Investasi ke BKPM
Genjot Kapasitas Produksi, Cabot Corporation Investasi USD 100 Juta di Cilegon
Dubes AS: Transparansi dan Akuntabilitas di Indonesia Harus Diperbaiki
Kalahkan China, Amerika Serikat Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

TOPIK TERKAIT