Garuda Indonesia Kehilangan Pendapatan Signifikan Akibat Pembatalan Haji 2020

Garuda Indonesia Kehilangan Pendapatan Signifikan Akibat Pembatalan Haji 2020
haji. REUTERS
EKONOMI | 5 Juni 2020 13:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Agama Fachrul Razie memutuskan untuk meniadakan pemberangkatan jemaah haji tahun 1441 H atau 2020 Masehi karena pandemi covid-19. Keputusan ini diambil karena Arab Saudi tidak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara manapun. Pemerintah tidak mempunyai cukup waktu untuk mempersiapkan pelayanan dan perlindungan jemaah.

Tak hanya berdampak ke jemaah dan perusahaan penyelenggara haji, keputusan ini juga melukai bisnis maskapai yang melayani pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dari Indonesia ke Arab Saudi, seperti Garuda Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, rute haji berkontribusi 10 persen dari total keseluruhan pendapatan perusahaan.

"Reveneu haji 10 persen, tentu saja kehilangan pendapatan signifikan. Dibandingkan hari ini juga turun drastis, pukulan besar bagi Garuda," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6).

Baca Selanjutnya: Biasanya Garuda Indonesia Sibuk...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami