Gelar Akad Massal, BTN Mulai Salurkan Tambahan FLPP Rp2 Triliun

UANG | 11 Desember 2019 19:06 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan mendapatkan tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sumber dana kuota FLPP tambahan sekitar Rp2 triliun tersebut berasal dari dana talangan sementara dari Bank BTN dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Dana FLPP sekitar Rp2 triliun tersebut akan disalurkan dalam bentuk KPR Subsidi untuk sekitar 13.000 unit rumah. Untuk segera merealisasikan penyaluran FLPP, Bank BTN menggelar akad massal KPR FLPP untuk sekitar 250 debitur di wilayah perumahan Bekasi Regency 7, Bekasi Timur, Jawa Barat.

"Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR menyepakati tambahan kuota FLPP sehingga Bank BTN dapat segera menyalurkan KPR Subsidi bagi masyarakat yang sudah sangat sabar menanti kabar gembira ini," kata Direktur Consumer dan Commercial Lending Bank BTN, Hirwandi Gafar di Jakarta, Rabu (11/12).

Sejak tahun 2015, Bank BTN menjadi mitra Kementerian PUPR menyalurkan KPR Subsidi untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah termasuk dengan menyalurkan pembiayaan perumahan dengan skema subsidi, baik dengan Selisih Bunga (SSB) maupun FLLP. Per akhir November 2019, Bank berkode saham BBTN ini telah menyalurkan KPR dengan skema SSB untuk 98.360 unit, sementara FLPP telah disalurkan untuk 33.090 unit.

Sejak program tersebut bergulir pada tahun 2015, hingga September 2019 Bank BTN telah merealisasikan KPR dan Kredit Penyediaan Pembangunan Perumahan sebanyak 3,10 juta unit hunian.

1 dari 1 halaman

Inovasi 2020

Pada tahun 2020 mendatang menghadapi sejumlah tantangan, Bank BTN berupaya melakukan inovasi dalam perluasan akses KPR, khususnya segmen KPR subsidi ke komunitas atau asosiasi pekerja informal yang potensial menjadi debitur.

"Sejak tahun 2017, kami sudah menyalurkan KPR subsidi dengan ojek online, pengemudi taksi dan juga paguyuban profesi seperti pencukur rambut dan pedagang mie bakso, dan kami akan terus menjajaki asosiasi pekerja informal lain yang potensial," kata Hirwandi.

Bank BTN mencatat realisasi KPR Subsidi ke ojek online dan pengemudi taksi sudah mencapai sekitar 700 nasabah. Selain KPR subsidi, untuk sektor informal Bank BTN juga menawarkan KPR BTN Mikro. Adapun di segmen ini, secara total Bank BTN telah merealisasikan sampai dengan September 2019 sebanyak 70 unit dengan jumlah outstanding lebih dari Rp2,5 miliar.

"Sampai saat ini Bank BTN telah menyalurkan KPR hampir ke seluruh sektor informal dan untuk tahun 2020 Bank BTN akan menyalurkan ke sektor informal khususnya mitra binaan BUMN dan Kementerian seperti BULOG, Kementerian Koperasi dan UKM," tutup Hirwandi. (mdk/idr)

Baca juga:
Sederet Tantangan Pembiayaan Properti 2020, Ketatnya Likuditas Hingga Ancaman Resesi
BTN Catat Telah Salurkan KPR Rp300 Triliun untuk 5 Juta Rumah
Jaga Rasio Kecukupan Modal, BTN Sekuritisasi Aset Senilai Rp2 Triliun
Bidik Pekerja Migran, BTN Fokus Garap Ladang Low Cost Funding
Jelang Akhir Tahun, BTN Target Penyaluran Kredit Skema BP2TB Rp609 Miliar
Suku Bunga Acuan BI Terus Turun, Bunga KPR Kok Belum Turun?

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.