Gelar RUPST, Laba Pollux Properti Naik Dua Kali Lipat Jadi Rp229 Miliar

UANG | 20 Juni 2019 20:20 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL), anak usaha dari Pollux Group International menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018. Dalam rapat ini dipaparkan bahwa perusahaan membukukan penjualan Rp928 miliar atau meningkat 110 persen dibanding tahun 2017 sebesar Rp441 miliar. Sementara, laba bersih tercatat Rp229 miliar atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp100 miliar.

"Pendapatan tersebut dikontribusi dari penjualan apartemen sebesar Rp594 miliar dan penjualan perkantoran sebesar Rp332 miliar. Adapun, total asset yang dimiliki adalah sebesar Rp4,9 triliun, meningkat 48 persen dibanding tahun 2017 sebesar Rp3,3 triliun," ujar CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Dr. Nico Po dikutip keterangannya di Jakarta, Kamis (20/6).

Untuk tahun 2019, Perseroan mematok target marketing sales sebesar Rp1,98 triliun atau naiik hingga dua kali lipat dibanding tahun 2018. Pendapatan tersebut berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2018 antara lain, Meisterstadt sebesar Rp801,8 miliar, Chadstone sebesar Rp511,3 miliar, Amarsvati sebesar Rp94,6 miliar, World Capital Tower sebesar Rp60,3 miliar, dan Gangnam District sebesar Rp48,1 miliar.

Sedangkan pendapatan atas penjualan baru yang terjadi pada tahun 2019 terutama berasal dari booking sales proyek Chadstone sebesar Rp176,7 miliar, World Capital Tower sebesar Rp133,2 miliar, Meisterstadt sebesar Rp85,1 miliar, Amarsvati sebesar Rp47,7 miliar dan Gangnam District sebesar Rp18,3 miliar.

Selain itu, perusahaan juga berniat mengerek pendapatan berulang atau recurring income dari beberapa proyek di antaranya dua proyek mal di Cikarang dan Batam tahun ini.

"Kami ingin kontribusi dari recurring income bisa tumbuh dan berada di kisaran 20 persen - 30 persen. Sementara, untuk jangka panjang, kita menargetkan porsi recurring income hingga bisa mencapai 50 persen. Kita saat ini memiliki cadangan lahan premium di beberapa lokasi seperti di CBD Jakarta dengan luas 1,3 hektar dan beberapa lokasi di Jawa Barat seluas 66,1 hektar," jelas Dr. Nico Po optimis.

Selain meluncurkan produk baru, perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari Rp15,39 triliun (31 Desember 2018) ini juga terus menggenjot pembangunan agar penyelesaiannya bisa tepat waktu, sebagai salah satu langkah meningkatkan penjualan. Hingga kuartal pertama tahun 2019, misalnya. Sejumlah proyek telah berhasil dirampungkan beberapa pembangunannya, seperti tower A1 dan A2 Meisterstadt Batam, mall Chadstone Cikarang serta Gangnam District Bekasi yang siap untuk pekerjaan Sub Structure dan Upper structure. Tak kurang, sebesar Rp1,7 triliun dana segar telah dipersiapkan Perseroan untuk belanja modal (Capex) hingga akhir tahun 2019.

Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Po Sun Kok optimis akan kinerja tahun 2019 akan meningkat, terlebih setelah meningkatnya marketing sales dalam dua tahun terakhir. Menurut Po Sun Kok, memang tidak mudah untuk bisa merebut pasar kalau tidak dibarengi dengan strategi marketing yang baik. Hal ini lah yang menjadi fokus pihaknya selama ini, yaitu dengan mengeluarkan produk yang berbeda dengan pesaing dan lebih berupaya untuk menciptakan produk properti yang berkualitas dan memberikan added value, namun masih dengan harga yang relatif terjangkau.

"Di tahun 2019, kami masih memfokuskan pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, melakukan persiapan untuk proyek dalam portofolio dan melihat potensi proyek baru untuk pengembangan usaha," ujar Po Sun Kok.

Selain PT Pollux Properti Indonesia Tbk, anak usaha Pollux Group International lainnya yaitu PT Pollux Investasi International Tbk (POLI) juga melangsungkan RUPST untuk tahun buku 2018. POLI sendiri bergerak dalam bidang properti dan real estate dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Januari 2019 lalu. Dalam IPO-nya, POLI melepas 402.105 juta saham baru atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Saat itu, POLI berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp657,44 miliar yang digunakan untuk pengembangan usaha dan modal kerja.

Sepanjang 2018, POLI mencatatkan pendapatan sebesar Rp408,60 miliar, naik dari Rp367,46 miliar pada 2017. Kontributor terbesar untuk pendapatan POLI bersumber dari mal yang berlokasi di Semarang, dengan kontribusi sebesar Rp182,26 miliar, naik dari Rp166,30 miliar pada 2017, dan diikuti hotel Rp135,05 miliar, tumbuh dari Rp121,71 miliar pada 2017, pengembangan Rp84,67 miliar, naik dari Rp75,52 miliar, serta administrator yang berkontribusi Rp6,61 miliar atau naik dari Rp3,92 miliar. Adapun, laba tahun ini tercatat Rp72,23 miliar, tumbuh 10,67 persen dari Rp65,62 miliar.

Baca juga:
Mantan Bos Bank Bali Minta OJK Investigasi Penjualan Saham Bank Permata
Jaya Ancol Sebar Dividen Rp84,7 Miliar, Per Lembar Saham Dapat Rp53
Gelar SEPMT 2019, OJK Incar Peningkatan Investor Pasar Modal di Jawa Barat
Resmi IPO, Harga Saham CCSI Melejit 30,4 Persen dari Rp250 per Lembar
MNC Vision Direncanakan Bakal IPO di 8 Juli 2019
Bali United, Klub Sepak Bola Indonesia Pertama yang 'Merumput' di BEI

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT