Gencar Kampanyekan E-filing, Sri Mulyani Pilih Lapor SPT Manual

Gencar Kampanyekan E-filing, Sri Mulyani Pilih Lapor SPT Manual
Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani
UANG | 29 Maret 2019 18:09 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan tengah sibuk menyelesaikan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang akan berakhir pada 1 April mendatang. Bersamaan dengan itu, DJP juga gencar mengajak masyarakat agar melakukan pelaporan secara online via e-filing karena lebih mudah dan praktis.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merupakan salah satu yang terus mengkampanyekan digitalisasi perpajakan ini. Meski demikian, dalam pelaporan SPT nya ternyata Sri Mulyani lebih memilih melapor secara manual dengan mendatangi kantor pelayanan pajak.

"Saya manual, karena ada penyesuaian kemarin yang harus dilakukan, untuk beberapa hal," ujar Sri Mulyani ditemui saat meninjau pelaporan SPT di KPP Tebet, Jakarta, Jumat (29/3).

Sri Mulyani mengatakan, pelaporan manual dilakukan karena ada beberapa data yang harus dicocokkan. Walaupun begitu, dia menegaskan, penggunaan e-filing lebih mudah jika harus dapat ke kantor pelayanan pajak secara manual.

"Waktu saya di Amerika pakai e-filing terus, karena waktu di Amerika kan gajinya jelas, terus peraturannya jelas dari sisi kewajiban perpajakan, saya jadi lebih mudah pakai e-filing, dan lagi kan tidak mungkin saya pergi ke sini hanya untuk bayar pajakkan," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, keluarga termasuk anak-anaknya sudah menggunakan e-filing. "Iya sangat amat mudah. Kemarin anak saya juga termasuk pakai e-filing, bagus katanya," tandasnya.

Untuk diketahui, kemudahan melaporkan SPT secara online via e-filing semakin banyak dimanfaatkan masyarakat. Hingga kini, sudah 94 persen masyarakat wajib pajak melakukan pelaporan SPT secara online, dan sisanya memilih secara manual karena membutuhkan penjelasan. (mdk/idr)

Baca juga:
Sri Mulyani Cek Proses Laporan SPT di Kantor Pajak
Batas Waktu Pelaporan SPT Wajib Pajak Pribadi Diperpanjang Hingga 1 April 2019
Kemenkeu Catat Sudah 7,6 Juta Wajib Pajak Lapor SPT
Hingga 19 Maret, Kemenkeu Catat Pelaporan SPT Capai 7,3 Juta
Ditjen Pajak: Laporan SPT Capai 6 Juta Hingga Pertengahan Maret 2019
Sudah Bayar, Kenapa Masih Tetap Harus Lapor SPT Pajak?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami