Genjot Ekspor, Kemendag Incar Negara yang Pulih dari Pandemi Corona

Genjot Ekspor, Kemendag Incar Negara yang Pulih dari Pandemi Corona
UANG | 20 September 2020 19:31 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pihaknya fokus melakukan pendekatan pasar hingga 2021 untuk menggenjot realisasi ekspor dengan membidik negara yang dinilai sudah pulih atau mulai pulih dari pandemi covid-19.

Selama periode Januari-Agustus 2020, kinerja ekspor Indonesia tercatat mencapai USD 103,15 miliar. Kinerja ekspor tersebut mengalami surplus USD 11,05 miliar, atau lebih baik dari periode sama tahun lalu yang defisit USD 2,06 miliar.

Tujuan ekspor masih didominasi ke China sebesar 18,19 persen, Amerika Serikat (12,08 persen), Uni Eropa (8,7 persen), Jepang (8,5 persen), India (6,41 persen), Singapura (6,17 persen) dan Malaysia (4,16 persen).

"Strategi pengembangan pasar ekspor akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi negara tujuan ekspor," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam Jakarta Marketing Week 2020 yang diadakan secara virtual di Jakarta, dikutip Antara, Minggu (20/9).

Dia, mengungkapkan negara-negara tujuan ekspor yang dinilai sudah pulih dan mulai pulih dari pandemi itu di antaranya Australia, Selandia Baru, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait dan Qatar.

Selain itu juga negara-negara di kawasan Afrika di antaranya Aljazair serta kawasan Amerika Utara yakni Kanada dan Meksiko. Menurutnya, pendekatan pasar merupakan bagian dari kebijakan strategis dalam mendorong ekspor di tengah pandemi, dalam jangka pendek dan menengah.

Sementara, dalam jangka pendek Kemendag juga fokus dalam pengembangan ekspor terhadap produk yang mengalami pertumbuhan positif selama pandemi. Di antaranya makanan dan minuman olahan, alat kesehatan, produk pertanian, perikanan dan agroindustri.

Sedangkan produk yang diperkirakan akan pulih pasca pandemi di antaranya otomotif, tekstil, alas kaki, elektronik dan besi baja. Selain itu, pengembangan produk baru yang muncul setelah adanya pandemi di antaranya produk farmasi dan produk ekspor baru yang merupakan hasil relokasi industri dari beberapa negara ke Indonesia.

Untuk jangka menengah, strateginya adalah dengan mempertahankan produk yang memiliki daya pasar yang kuat, meningkatkan pangsa pasar produk potensial dan memulihkan produk yang kehilangan pangsa pasar selama lima tahun. (mdk/azz)

Baca juga:
Mendag Soal Neraca Perdagangan Surplus: Kita Harus Tetap Waspada
KKP Pastikan Ekspor Perikanan ke China Tetap Jalan
Kadin Minta Pengusaha Perikanan Tak Khawatir Adanya Larangan Ekspor ke China
Tanggapan KKP Soal China Moratorium Impor Produk Ikan RI
Produk Ikan RI Dilarang Masuk China Karena Bawa Virus Corona, Mungkinkah?
Ditemukan Virus Corona, Produk Ikan Indonesia Dilarang Masuk ke China

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami