Genjot Ekspor, Kemenperin Carikan Tambak Udang Vaname Gorontalo Investor

Genjot Ekspor, Kemenperin Carikan Tambak Udang Vaname Gorontalo Investor
UANG | 14 Juli 2020 18:23 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap memfasilitasi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mencari calon investor sektor industri pengolahan dalam upaya pengembangan tambak udang vaname. Budidaya udang vaname ini dinilai memiliki potensi yang cukup besar, juga berpeluang mengisi pasar ekspor.

"Kami akan mendorong peningkatan investasi untuk menumbuhkan industrinya. Oleh karena itu, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa mengakselerasi sektor strategis tersebut, kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (14/7).

Sebelumnya, Menperin telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Menperin menyambut positif upaya memaksimalkan pengelolaan tambak udang vaname di Provinsi Gorontalo dan berencana untuk meninjau langsung lokasinya.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, dari 16.713 hektare tambak udang yang tersebar di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara, saat ini hanya 54 persen yang beroperasi. Tidak hanya itu, sebagian besar dari tambak yang ada, baru dikelola secara tradisional.

Pada Januari-September 2018, ekspor perikanan Gorontalo mencapai 40,2 ton, terbanyak adalah udang vaname. Udang jenis ini cukup banyak diminati masyarakat Jepang.

Menteri Agus menyampaikan, guna mendorong pertumbuhan sektor industrinya, perlu didukung dengan ketersediaan sumber pakan untuk budidaya. Ekspor udang, terutama udang vaname merupakan yang terbesar dari sektor kelautan dan perikanan.

1 dari 1 halaman

KaVe Jadi Percontohan Pengembangan Udang Vaname

percontohan pengembangan udang vaname rev1

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengemukakan, sebagai daerah yang memiliki garis pantai yang panjang, Gorontalo sangat cocok untuk pengembangan udang vaname. Upaya pengembangan itu direalisasikan melalui program Kampung Vaname (KaVe) yang dicanangkan sejak tahun 2016 lalu.

Rusli optimistis, program KaVe bisa menggenjot produksi vaname di Gorontalo. KaVe dipusatkan di Kabupaten Boalemo, Pohuwato dan Gorontalo Utara.

"KaVe menjadi percontohan pengembangan udang vaname, melalui tambak budidaya udang intens tambak plastik (Busmetik) atau tambak buatan yang dilapisi plastik. Metode ini dinilai sederhana dan membuat udang cepat tumbuh," jelasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Syarat Investasi Asing di UMKM: Wajib Gandeng Perusahaan Lokal Daerah
Atasi Dampak Corona, BKPM Buka Investasi Ke Sektor UMKM
Bos BKPM: Dampak Covid-19 Terstruktur dan Masif Meluluhlantakkan Perekonomian Bangsa
BKPM Catat Potensi Investasi dari Relokasi Perusahaan Masuk RI Tembus Rp1.000 Triliun
Pandemi Tak Kunjung Usai, BKPM Kembali Revisi Target Investasi
Investasi Mangkrak Tembus Rp708 Triliun, Salah Satunya Disebabkan Hantu Berdasi
Bos BKPM Beberkan Faktor Pengaruhi Realisasi Investasi di Tengah Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami