Genjot Industri, BRIsyariah Dorong Perbankan Syariah Melantai di Pasar Modal

Genjot Industri, BRIsyariah Dorong Perbankan Syariah Melantai di Pasar Modal
BRI Syariah. ©2020 Merdeka.com
UANG | 5 Oktober 2020 21:28 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Direktur Operasional BRIsyariah, Fahmi Subandi, berharap pertumbuhan industri keuangan dan pasar modal syariah di Indonesia bisa lebih masif lagi. Sebab, Indonesia memiliki modal besar dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Potensi pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah terlihat dari masih kecilnya market share perbankan syariah dibanding bank-bank konvensional. Saat ini market share keuangan syariah pada semester I-2020 sebesar 6,18 persen.

Angka ini menunjukkan pasar industri perbankan syariah baru melayani 6 persen dari seluruh nasabah pengguna layanan perbankan di Indonesia. "Kita memiliki ruang tumbuh besar untuk menggarap sektor-sektor yang sekarang masih dipegang bank konvensional," kata Fahmi dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (5/10).

Apalagi, lanjut Fahmi, saat ini pemerintah semakin menunjukkan dukungannya terhadap industri keuangan syariah. Terlihat dari penerbitan beberapa regulasi baru dan menguatkan peran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang berubah menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Salah satu cara yang bisa ditempuh perbankan syariah untuk mewujudkan potensi tersebut dengan memberanikan diri untuk melantai di pasar modal. Keberadaan perbankan syariah di lantai bursa dapat menjadi solusi untuk memperbesar struktur permodalan dan pendanaan, yang berujung pada meningkatnya kinerja perusahaan ke depannya.

Dia mencontohkan capaian BRIsyariah yang berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia. Sejak melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Pasar Modal Syariah 2018, BRIsyariah mampu mencapai kinerja positif dan pertumbuhan di atas rata-rata.

Pertumbuhan nilai aset, pembiayaan, kecukupan modal (Capital Adequacy Rasio/CAR) hingga pendanaan murah (CASA) BRIsyariah sejak 2018 selalu di atas raihan sebelum bank ini melantai di bursa. Kenaikan berkesinambungan ini juga tetap terjadi selama pandemi Covid-19.

"Nilai aset kami sebelum IPO tumbuh rata-rata 14 persen dalam kurun 3 tahun ke belakang," kata Fahmi.

Lalu, pasca IPO nilai pertumbuhannya lebih dari 16 persen. Pembiayaan yang sebelumnya tumbuh rata-rata satu digit sekarang bisa dua digit secara tahunan.

Kemudian, komposisi dana murah BRISyariah tumbuh dari di atas 50 persen. Sebelum melantai di BEI pertumbuhan dana murah hanya hanya 30 persen. "Ini bermanfaat karena peningkatan CASA menandakan efisiensi yang tumbuh dari penurunan biaya dana," kata Fahmi.

Untuk itu dia mengajak seluruh pelaku industri keuangan syariah segera mengikuti jejak BRIsyariah melantai di bursa. Diferensiasi sumber pendanaan dengan memanfaatkan keberadaan pasar modal syariah menjadi hal penting yang harus dilakukan. Agar perbaikan tata kelola bisa lebih baik lagi dilakukan perbankan syariah.

"Dengan masuk bursa memberi pengalaman kami untuk memperbaiki struktur permodalan," kata dia.

Meski begitu Fahmi meningkatkan capaian tersebut tidak terlepas dari tantangan yang datang selepas melantai di BEI. Hal ini lah yang membuat BRISyariah mengikuti perkembangan zaman. Semisal tuntutan governance perusahaan meningkat, dan harus bisa menyajikan nilai dengan baik ke publik.

Sebagai informasi, pertumbuhan industri keuangan dan pasar modal syariah di Indonesia tetap positif di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari dominasi pasar saham syariah pada sisi volume, frekuensi, dan nilai transaksi.

Hingga awal Oktober 2020, nilai transaksi saham-saham syariah di pasar modal Indonesia mencapai Rp 3.953 miliar. Setara 64,31 persen dari nilai total transaksi yakni Rp 6.146 miliar. Capaian tersebut menunjukkan besarnya daya tahan dan potensi perkembangan industri keuangan dan pasar modal syariah di Indonesia.

Baca Selanjutnya: BEI Catat 76 Persen IPO...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami