Genjot Kinerja Koperasi dan UKM, Menteri Teten Lantik 3 Deputi Baru

Genjot Kinerja Koperasi dan UKM, Menteri Teten Lantik 3 Deputi Baru
Menkop Teten Masduki. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
EKONOMI | 6 Mei 2020 14:53 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki melantik tiga orang pejabat untuk mengisi pos Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Kementerian Koperasi dan UKM. Nantinya, diharapkan mereka dapat memberi kontribusi positif bagi pengembangan Koperasi dan UMKM di tengah pandemi corona.

Ketiga pejabat baru lingkungan JPT tersebut ialah Hanung Harimba Rachman sebagai Deputi Bidang Pembiayaan, Eddy Satria sebagai Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, dan Ahmad Zabadi sebagai Deputi Bidang Pengawasan.

"Dengan dilantiknya tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19, diharapkan para pejabat ini mampu cepat beradaptasi dengan pekerjaan dan secara masif dan melakukan gerakan perubahan yang signifikan untuk membantu Kementerian Koperasi dan UKM dalam menjalankan program-program antisipasi dampak Covid-19 terhadap pelaku UMKM," kata Teten melalui siaran pers, Rabu (6/5).

Teten mengingatkan beberapa program antisipasi dampak Covid-19 untuk pelaku UMKM dalam negeri. Antara lain, stimulus daya beli produk UMKM dan koperasi, Belanja di Warung Tetangga, restrukturisasi dan subsidi suku bunga kredit usaha mikro, restrukturisasi kredit khusus bagi koperasi melalui LPDB-KUMKM, serta program Masker untuk Semua.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Ahmad Zabadi mengatakan bahwa jajarannya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap koperasi. Sebab, berdasarkan data koperasi telah memberikan dukungan kredit kepada anggota dan masyarakat lebih dari Rp60 triliun.

Oleh karena itu, pengawasan koperasi harus dilihat dari perspektif bagaimana pemerintah mendorong gerakan koperasi, khususnya simpan pinjam, agar dapat dipercaya publik dan memberikan kontribusi dalam melakukan pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

2 dari 2 halaman

Tantangan Membangun Koperasi dan UMKM

koperasi dan umkm rev1

Sedangkan, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Eddy Satria mengakui, sebelum pandemi ini melanda wilayah Indonesia, tantangan membangun koperasi dan UMKM sudah sangat besar. Untuk itu dengan adanya tambahan personil yang membawa pengalaman dari Bappenas dan Kemenko Perekonomian, UMKM dalam negeri diharapkan segera naik kelas.

Eddy menambahkan, UMKM juga bisa berkontribusi lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini karena 90 persen bentuk usaha di Indonesia adalah UMKM dan hanya segelintir yang bergerak di usaha besar.

"Artinya, selain tenaga kerja, kita juga harus meningkatkan mutu dan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat ini semua," lanjut Eddy.

Optimisme pun diungkapkan Deputi Bidang Pembiayaan Hanung Harimba Rachman, dengan target dekat memperkuat pembiayaan dan recovery untuk UMKM dan koperasi di tengah situasi sulit akan pandemi ini.

Salah satunya, membangun arsitektur UMKM yang tidak hanya murah, namun juga mudah diakses oleh para pelaku UMKM. Yang pasti, ditengah pandemi corona yang kian meluas, ia akan lebih banyak membantu UMKM dan koperasi terkait masalah keuangannya.

"Tujuannya, agar mereka bisa bertahan. Dan untuk ke depannya, di masa pemulihan, kita juga ingin turut andil dalam mempercepat recovery, khususnya dari sektor pembiayaannya", pungkas Hanung.

Baca juga:
Menkop Teten Sebut APD Produksi UMKM Binaan Sudah Sesuai Standar Kesehatan
Dharma Wanita Persatuan Kemenkop dan UKM Gelar Bakti Sosial Bagi-Bagi Paket Sembako
Menteri Teten Ungkap Alasan Masyarakat Pilih Pinjam ke Rentenir Dibandingkan Bank
Menteri Teten Usul Para Santri Ikut Pendidikan Vokasi Agar Terserap Dunia Kerja
Kemenkop dan UKM Galang Solidaritas Donasi Masker bagi Pedagang Kecil
Direktur LPDB: Sesuai Arahan Menkop Teten, Pinjaman Hanya Via Koperasi Unggulan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini