Gerakan Boikot Tak Efektif, Jokowi Diminta Kirim Surat Protes ke Presiden Prancis

Gerakan Boikot Tak Efektif, Jokowi Diminta Kirim Surat Protes ke Presiden Prancis
UANG | 29 Oktober 2020 14:00 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah, memastikan gerakan boikot produk Prancis tidak akan memberi pengaruh yang berarti bagi sektor ekonomi. Menyusul produk-produk Indonesia sendiri tidak banyak yang bisa menjadi substitusi produk Prancis begitupun sebaliknya.

"Jadi, saya kira gerakan boikot terhadap produk Prancis tidak akan besar tekanannya," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Kamis (29/10).

Meski demikian, ujar Piter, ada cara protes lain yang lebih efektif untuk memberikan tekanan, sekaligus pesan agar Pemerintah Prancis lebih menghormati agama Islam. Salah satunya mendorong Pemerintah Indonesia melayangkan surat protes secara resmi atas pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Harus ada aksi untuk menunjukkan concern kita terhadap tindakan yang tidak menghormati agama orang lain. Bisa berupa surat protes resmi dari negara, lembaga-lembaga nasional atau internasional," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Macron Dukung Penerbitan Karikatur Nabi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami