Gerakan Toko Bersama, Upaya Selamatkan Warung dari Dampak Pandemi

Gerakan Toko Bersama, Upaya Selamatkan Warung dari Dampak Pandemi
UANG | 29 Juni 2020 16:46 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan ada 3,5 juta warung tradisional dan toko kelontong di Indonesia. Mereka merupakan kekuatan ekonomi rakyat puluhan tahun, menjadi penopang logistik pangan dan simbol dari ekonomi UMKM. Hadir di setiap masyarakat yang jumlahnya makin banyak.

Di sisi lain, warung sembako tradisional juga menghadapi persaingan dengan ritel modern. Mereka kalah saing dengan manajemen ritel, akses supply change barang hingga akses pembiayaan permodalan.

"Inilah kenyataan yang harus kita hadapi, kami dari kementerian melakukan pemberdayaan, warung ini jangan mati, harus jadi kekuatan rakyat," kata Teten dalam video konferensi, Jakarta, Senin (29/6).

Dia mengakui, sejak pandemi UMKM menghadapi tantangan berat dari sisi demand dan supply. Dunia memprediksi setengah UMKM dinyatakan sulit bertahan.

Untuk itu, pemerintah bersiap untuk melakukan antisipasi dengan membantu masalah keuangan UMKM karena menurunnya daya beli masyarakat. Sehingga permintaan produk UMKM menurun. "Kami juga dorong bantuan bansos buat yang enggak bisa bekerja lagi," kata dia.

Demi menjaga kelangsungan hidup warung tradisional dan toko kelontong ini, pemerintah bersama dengan perusahaan swasta meluncurkan program Gerakan Toko Bersama. Program ini memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman.

Baca Selanjutnya: Hal ini dilakukan dalam rangka...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami