GMF Siapkan Belanja Modal USD 50 Juta, Salah Satunya untuk Bangun Hanggar Baru

UANG | 9 Januari 2019 16:05 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menyiapkan belanja modal atau Capex (Capital Expenditure) di atas USD 50 juta di 2019. Dana tersebut akan digunakan untuk menjalankan berbagai program bisnis yang telah dicanangkan perusahaan di tahun 2019, seperti pengembangan kapabilitas dan juga untuk melakukan peremajaan.

"Capex kita sebenarnya kita masih dalam perhitungan ya. Masih intens dengan pemegang saham ya. Mungkin di atas USD 50 juta. Sudah pasti di atas itu," kata Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Iwan Joeniarto di Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (9/1).

Iwan menjelaskan, dana tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan kapabilitas seperti membeli peralatan dan untuk melakukan peremajaan. " Kita nanti akan memulai proses pembangunan hanggar. Hanggar pembangunannya semester II (tahun 2019)," ungkap dia.

Sementara untuk sumber pendanaan, dia pun mengaku belum bisa menyampaikan kepada publik lantaran masih dalam tahap penggodokan.

"(Sumber pandanaan) Lagi kita olah. Nanti kita pilih yang terbaik," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Iwan Joeniarto terus berupaya melebarkan sayap bisnis perusahaan keluar negeri. Tahun ini, GMF sedang membidik pasar perawatan pesawat di negara Rusia.

"Kita sedang bidik sekarang ini costumer dari Rusia," kata dia saat ditemu, di Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (9/1).

Menurut dia, potensi pasar industri perawatan dan perbaikan pesawat atau disebut maintenance, repair and overhaul (MRO) di negeri Beruang Putih itu sangat menjanjikan. Hal tersebut menjadi pemicu bagi GMF untuk masuk dan memperoleh costumer dari sana.

"Di Rusia itu, mereka tidak fokus kepada industri MRO. Jadi pesawatnya sudah pasti dikirim ke luar. Dan sekarang, banyak negara baik Eropa Barat maupun Eropa Timur, memang tidak mengerjakan di negaranya karena letter cost-nya cukup mahal. Mereka mungkin konsentrasi cukup pada high tech sebagai digital kemudian industri yang sosphiticated," jelasnya.

Baca juga:
Perkuat Bisnis Perawatan Pesawat, GMF Bakal Lebarkan Sayap ke Rusia
Genjot Kinerja, GMF Lakukan Kerjasama Dengan Indopelita Aircraft Services
GMF AeroAsia targetkan pembangunan pabrik di Batam rampung tahun ini
RUPSLB GMF putuskan perubahan anggaran dasar dan perombakan direksi & komisaris
GMF AeroAsia optimistis capai laba double digit tahun ini
Lewat Airbus Training Centre, GMF bidik pendapatan hingga Rp 72,01 M

(mdk/idr)