Go-Jek dan Pemprov Jabar Jalin Kerja Sama Majukan UMKM

UANG | 26 Mei 2019 16:14 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Go-Jek menjadi perusahaan aplikasi penyedia layanan on demand pertama yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Kerja sama tersebut diresmikan hari ini melalui penandatanganan nota kesepakatan strategis.

Ketua Dekranasda Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan bahwa dia kerap mendapat masukan dari pelaku wirausaha, bahwa tantangan yang mereka hadapi tidak sekadar permasalahan permodalan dan sumber daya manusia. Namun juga akses terhadap pemasaran produk.

"Dari situ kami berpikir keras, mencari stakeholders yang mampu untuk memudahkan masyarakat memperkenalkan produknya. Ketika saya ngobrol dengan Go-Jek, ini seperti gayung bersambut. Dari Go-Jek berkomitmen untuk membantu pemasaran produknya," ujar Atalia, Minggu (26/5).

Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pembangunan Jawa Barat melalui penguatan potensi ekonomi digital. Dengan adanya penguatan potensi ekonomi digital, diharapkan dapat memperkuat para pelaku sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui inovasi teknologi dan menyertakan mereka dalam ekosistem Go-Jek dan Go-Pay.

Seperti diketahui, saat ini Atalia Praratya juga aktif sebagai Ketua Umum Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta). Melalui Sekoper Cinta, diharapkan perempuan yang putus sekolah bisa mendapat pelatihan. Mulai dari pelatihan untuk mengenali potensi diri, sampai pelatihan tingkat lanjut untuk menjadi perempuan mandiri. Sehingga membuat mereka mandiri secara ekonomi.

"Saya senang Go-Jek mendukung ini. Jadi semisal ada seseorang yang bisa bikin pepes atau lasagna di rumah, nanti bisa dipromosikan melalui Go-Jek (Go-Food). Kami sadar Go-Jek saat ini sudah hadir secara nasional. Saya percaya kerjasama ini bisa sangat kuat sehingga kami pun akan sangat terbantu. Bagaimana perempuan-perempuan ini bisa mandiri dengan cara mereka dibantu pemasarannya. Mudah-mudah ini bisa menjadi inspirasi untuk semua," ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, Asisten Daerah 3 Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdurachim menyatakan bahwa Jawa Barat sudah memulai sejak lama mencetak wirausaha baru. Di periode Gubernur saat ini, fokusnya tak sekedar mencetak namun juga membuat wirausahawan bisa naik kelas.

"Saya sempat berdiskusi dengan tim dari Go-Jek dan mendengar adanya program Go-Jek Wirausaha yang bertujuan menaikkelaskan atau men-scale-up wirausahawan. Adanya kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dan Go-Jek ini, diharapkan bisa menggarap dari segi kualitas wirausahawan untuk bisa naik kelas," kata Dudi.

Sementara itu, Regional Head Corporate Affairs Go-Jek, Wildan Kesuma mengatakan prioritas pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini sesuai dengan komitmen yang dimiliki oleh Go-Jek untuk memberdayakan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pelaku sektor informal.

"Bentuk program pelatihan yang dimaksud dan telah berjalan hingga kini bernama Go-Jek Wirausaha. Ini adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Go-Jek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka," kata Wildan.

Wildan mengungkapkan, program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar, bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital.

"Program Go-Jek Wirausaha ini memiliki keistimewaan yaitu memberikan akses langsung kepada para UMKM yang sudah mengikuti pelatihan untuk masuk ke ekonomi digital lewat platform Go-Jek. Setelah pelatihan, UMKM dapat mendaftarkan usahanya ke dalam platform GO-FOOD, GO-PAY serta Arisan Mapan. Hal ini menjadi nilai tambah agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital," ujar Wildan.

Go-Jek juga membantu pembangunan Jawa Barat dengan pemanfaatan ekonomi digital melalui ekosistem pembayaran non-tunai yang dihadirkan oleh GO-PAY. Head of Sales GO-PAY, Arno Tse mengatakan, GO-PAY terus berupaya untuk memberdayakan perekonomian masyarakat lokal melalui teknologi.

"Dalam hal ini, kami mendukung penggunaan ekonomi digital untuk pembangunan Jawa Barat dengan menghadirkan teknologi pembayaran non-tunai di berbagai layanan publik. Di Jawa Barat sendiri, Go-Pay sudah bisa digunakan untuk bertransaksi dengan para pelaku UMKM di Cibadak, pembelian tiket Bandung Tour on Bus (Bandros), serta bersedekah digital di sejumlah masjid di Jawa Barat seperti Masjid Salman ITB, Masjid Andalusia Bogor, dan Masjid Adz-Dzikra di Sentul, Jawa Barat," tutupnya.

Baca juga:
Survei: 75 Persen Responden Menolak Perubahan Tarif Ojek Online
Pengamat: Tarif Ojol Jangan Turun Lagi, Sudah Ideal
Gandeng Go-Jek, Garuda Indonesia Bakal Layani Pengiriman Makanan Antarkota
Salam Pacific Gandeng Go-Pay Tingkatkan Layanan Pembayaran Digital
Meski Order Menurun, Gojek Tetap Naikkan Tarif
KPPU Nilai Kemenhub Tak Harus Atur Batas Bawah Tarif Ojek Online

(mdk/idr)