Google Doodle Rayakan Taman Nasional Lorentz Papua, Situs Warisan Dunia UNESCO

UANG | 4 Desember 2019 10:23 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Hari ini, Google Doodle merayakan hari jadi Taman Nasional Lorentz Indonesia di Papua. Dengan luas wilayah sebesar 2,4 juta Ha, Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Dikutip dari laman Google doodle, taman ini membentang lebih dari 24.864 kilometer di provinsi Papua, tepat di persimpangan dua lempeng benua yang bertabrakan. Di dalam kawasan hutan lindung tersebut berisikan beberapa ekosistem, termasuk padang rumput, rawa, pantai, hutan hujan, dan pegunungan yang diselimuti salju abadi.

Taman Nasional Lorentz yang menjadi Google doodle ini juga mencakup gunung dengan puncak tertinggi di Asia Tenggara dan paling terkenal di dunia, yakni Puncak Jaya.

1 dari 2 halaman

Satwa

Selain beragam tumbuhan, taman ini juga terkenal dengan keanekaragaman hayati dan menjadi rumah bagi banyak hewan langka.

Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung, di mana sekitar 70 persen dari burung yang ada di Papua, dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Selain itu, satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

Adapun hewan-hewan tersebut, termasuk kanguru pohon, harimau, dan spesies burung langka seperti burung beo Pesquet yang tampil di Google doodle hari ini, dan echidna--mamalia trenggiling berduri yang bertelur.

2 dari 2 halaman

Dinamai Berdasarkan Penjelajah Belanda

Informasi, hutan lindung yang berlokasi di Papua ini dinamai berdasarkan penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz, yang mengunjungi daerah itu pada 1909.

Saat terancam oleh penebangan, perburuan, dan polusi, Taman Nasional Lorentz langsung masuk daftar Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh World Wildlife Federation dan UNESCO. (mdk/azz)

Baca juga:
Wisatawan Asing Oktober Capai 1,35 Juta Orang, Turun Dibanding September 2019
Turis Miskin dan Pelit di Pariwisata Nusa Tenggara Timur
VIDEO: Alkisah Masjid Sultan Riau yang Terbuat dari Putih Telur
Jokowi Harap Infrastruktur Pendukung 5 Bali Baru Rampung 2020
Intip Resep Sukses Pengobatan Mak Erot Hingga Mampu Raup Rp 3,5 Juta per Tamu
Ditata Ulang, Pelabuhan Benoa Bakal jadi Pintu Masuk Wisatawan Kelas Dunia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.