Google.org Gelontorkan Rp13,7 M Latih Kemampuan Komputasi 22.000 Guru di RI

Google.org Gelontorkan Rp13,7 M Latih Kemampuan Komputasi 22.000 Guru di RI
UANG | 18 Februari 2020 18:26 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Organisasi filantropi Google.org menyalurkan bantuan sebesar USD 1 juta atau Rp13,7 miliar kepada organisasi non-profit Bebras Indonesia, untuk membantu pelatihan komputasi bagi 22.000 guru yang tersebar di 22 kota di Indonesia.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf menyebut, program pelatihan ini sangat penting untuk menyiapkan guru menghadapi era digital. Ini Diharapkan bisa meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dia juga meyakini program yang google danai merupakan langkah yang tepat agar pendidik Indonesia mampu bersaing di era digital.

"Indonesia menghadapi masa depan perekonomian yang serba digital, ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah, tapi semua pihak. Karena dapat mengubah sistemis jangka panjang, akibat kurang tersedianya tenaga kerja yang terampil," ujarnya dalam acara Grow With Google di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (18/2).

Studi terbaru AlphaBeta mencatat, keterampilan digital pada tahun 2030 mampu menyumbang Rp4.411 triliun atau 16 persen dari PDB yang diproyeksikan. Untuk tahun ini ketrampilan digital hanya menyumbang Rp908 triliun atau 6 persen dari PDB nasional.

1 dari 1 halaman

Kerjasama dengan Ditjen Pajak

ditjen pajak rev1

Google Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) untuk menyediakan informasi mengenai pajak dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), melalui Google Primer.

Google Primer adalah aplikasi seluler gratis oleh Google, yang dirancang untuk mengajarkan pemasaran digital dan keterampilan bisnis kepada pemilik usaha kecil dan menengah, pemula, dan pencari kerja.

Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo mengatakan, kerjasama ini sesuai dengan misi Ditjen Pajak untuk terus menggenjot penerimaan pajak. Terlebih lagi, Google Primer bisa diakses secara offline dan terbuka.

"Ini bisa membantu semua orang dalam memahami pajak lebih jelas. Bukan hanya pajak, di sini juga ternyata banyak program pelatihan yang bisa meningkatkan keterampilan karier dan bisnis supaya selaras dengan kemajuan teknologi digital," ujar Suryo di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (18/2). (mdk/azz)

Baca juga:
Google dan DJP Kerjasama Permudah UMKM Dapat Informasi Pajak
Peluncuran 'Grow with Google'
Google Kembangkan Kecerdasan Buatan Genjot Produktivitas Industri Indonesia
Ini Bocoran Awal Dari Google Pixel 5, Jelek?
Huawei Siapkan 70 Aplikasi Bawaan Untuk Gantikan Layanan Google
Indosat Ooredoo Kolaborasi dengan Google Beri Kemudahan Akses Informasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami