Grab diklaim kuasai pasar transportasi online Asia Tenggara

UANG » MAKASSAR | 5 Juli 2016 15:00 Reporter : Moch Wahyudi

Merdeka.com - GrabTaxi diklaim telah menguasai pasar transportasi online di Asia Tenggara. Ini semakin menyulitkan Uber Technologies untuk mendominasi pasar Asia.

Mengingat, startup asal Amerika Serikat itu juga tengah berjuang mati-matian merebut pasar China dan India dari pesaing lokal.

Berdasarkan App Annie, firma analisis aplikasi mobil, Grab mengalahkan startup paling berharga sejagat itu di pasar Asia Tenggara.

Seperti diberitakan Wall Street Journal, kemarin, pasar Grab diramalkan bakal tumbuh lebih dari lima kali lipat, dari USD 2,5 miliar pada tahun lalu menjadi USD 13,1 miliar pada 2025. Itu menurut laporan terkini terkait ekonomi internet Asia Tenggara yang dibikin oleh Alphabet dan Temasek Holdings.

Grab, diluncurkan pada 2012, menawarkan berbagai layanan yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Semisal, ojek atau taksi sepeda motor yang ampuh untuk membelah kemacetan akut di kota besar semacam Jakarta.

Ada juga proyek percontohan, layanan carpooling di Malaysia Selatan. Itu merupakan layanan berbagi tumpangan untuk warga di Malaysia Selatan yang ingin ke Singapura.

Dalam empat tahun, valuasi Grab mencapai USD 1,6 miliar. Kemudian, memiliki 1.600 karyawan dan beroperasi di 30 kota Asia Tenggara.

Baca juga:
Pejagan-Brebes Timur lumpuh, kampanye tol atasi macet dinilai gagal
Jonan: Macet sedikit, antre 2-3 kilometer masih wajar
Pasca Lebaran, Jonan paksa operator transportasi jual tiket online
Hindari kemacetan, pemudik disarankan keluar tol Pejagan
Menhub Jonan sebut transportasi di Makassar kurang kereta api
Puluhan bus angkutan Lebaran di Bangka Belitung tak layak jalan

(mdk/yud)