Gubernur Sumut Ingin Tanami Tol Trans Sumatera dengan Pohon Jengkol

UANG | 28 Desember 2019 09:00 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menyampaikan idenya untuk memanfaatkan lahan kosong di sisi jalan tol Trans Sumatera. Mantan Pangkostrad ini berencana menanaminya dengan pohon jengkol.

"Presiden sedang menjalankan, melanjutkan infrastruktur. Salah satunya tol dari Sumatera Bagian Selatan sampai ke Aceh. Itu Trans Sumatera. Khususnya yang di Sumatera Utara itu ada ratusan Km, itu akan saya tanami pohon jengkol jengkol," kata Edy usai meninjau Stasiun Besar Kereta Api, Medan, Sabtu (28/12).

Edy mengaku serius dengan rencananya itu. Dia bahkan membeberkan keuntungan dari penanaman jengkol itu. Selain untuk penghijauan, ada nilai ekonomis yang didapat.

Pohon jengkol hanya memerlukan waktu sekitar 5 tahun untuk berbuah. Perawatannya juga tidak sulit, karena pohon ini adalah tanaman hutan.

"Jengkol ini diekspor. Kalau itu berbuah itu bisa menjadikan pendapatan rakyat di sekitarnya," sebut Edy.

Penanaman pohon jengkol itu juga akan menambah keindahan. Pemandangan yang kurang baik dapat tertutupi.

Edy optimistis rencana penanaman jengkol ini akan berhasil. Alasannya masih ada lahan kosong selebar 25 meter di kiri dan kanan jalan tol Trans Sumatera. "Itu kan miliknya nasional. tetapi pemanfaatan lahan itu nanti akan kami koordinasikan. Kita lihat jalan tol yang sudah jadi," sebutnya.

1 dari 1 halaman

Hingga Akhir Desember, Jalan Tol Trans Sumatera Sudah Beroperasi 501 Km

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera sepanjang 2.974 km dari Lampung hingga Aceh yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2024. Sementara, hingga November 2019, Tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi sepanjang sepanjang 467,6 km.

Ruas yang sudah operasional tersebut yakni Bakauheni Terbanggi Besar 141 km, Terbanggi Besar - Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 Km, Palembang Indralaya 22 km, Medan Binjai 10,46 km, Medan Kualanamu Tebing Tinggi 62,2 km dan Belawan - Medan - Tanjung Morawa 43 km.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan setelah Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang-Kayu Agung, ruas tol Trans Sumatera yang selanjutnya akan beroperasi pada Desember 2019 adalah Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung seksi 1 Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33,5 km. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, progres ruas jalan tol tersebut sudah mencapai sekitar 97 persen.

"Dengan tambahan ruas tersebut, maka total panjang Trans Sumatera hingga akhir 2019 mencapai 501,16 km, katanya seperti dikutip dari keterangannya, Minggu (24/11)

Selanjutnya, tercatat sebanyak lima ruas Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 311,26 km yang ditargetkan menyusul operasional tahun 2020. Keempat ruas tersebut yakni Tol Sigli-Banda Aceh (74 km), Medan-Binjai Seksi 1 (Simpang Susun Helvetia - Simpang Susun Tanjung Mulia) sepanjang 6,27 km, Pekanbaru-Dumai (131,4 km), Padang Pekanbaru Seksi I Padang - Sicincin (30,4 km), dan Tol Kayuagung-Palembang-Betung seksi 2 dan 3 Jakabaring-Betung (69,19 km).

Pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli merupakan salah satu ruas Tol Trans Sumatera yang menjadi proyek strategis nasional. Dengan dibangunnya tol akan memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli dari sekitar 2-3 jam menjadi 1 jam perjalanan.

Secara keseluruhan ruas tol Banda Aceh-Sigli ini nantinya akan terbagi enam seksi dengan total investasi sebesar Rp 12,35 Triliun. Progres konstruksinya saat ini sebesar 20 persen dan ditargetkan rampung akhir 2020.

Sementara Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 1 (Simpang Susun Helvetia - Simpang Susun Tanjung Mulia) merupakan bagian dari Jalan Tol Medan - Binjai Seksi 2-3 ruas Helvetia-Binjai sepanjang 10,46 km yang telah beroperasi sejak Oktober 2017 lalu, dengan progres konstruksi 91,98 persen.

Pengusahaan Tol Medan-Binjai merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai investasi Rp 2,5 triliun, di mana sebesar Rp 1,9 triliun untuk biaya konstruksi. Jalan tol yang menghubungkan Kota Medan dan Kota Binjai ini dibangun untuk meningkatkan konektivitas guna memperlancar distribusi logistik barang dan jasa, serta memperkuat struktur kawasan perkotaan metropolitan Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo.

Selanjutnya yaitu Jalan tol Pekanbaru-Dumai yang terbagi menjadi enam seksi dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 16,211 triliun juga ditargetkan selesai pada tahun 2020. Keenam seksi tersebut yakni seksi I Pekanbaru-Minas (9,5 km), seksi II Minas-Petapahan/ Kandis Selatan (24 km), seksi III Petapahan-Kandis Utara (17 km), seksi IV Kandis-Duri Selatan (26 km), seksi V Duri Selatan-Duri Utara (28 km), dan seksi VI Duri Utara-Dumai (25 km). Saat ini progres konstruksi keseluruhan enam seksi tersebut sebesar 74,2 persen.

Jalan tol ini akan mengintegrasikan konektivitas kawasan, memperlancar arus distribusi barang dari pusat industri ke berbagai wilayah di Sumatera. Dan yang lebih penting lagi tol Pekanbaru-Dumai dapat meningkatkan akses Pekanbaru sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi Provinsi Riau dan Dumai sebagai kota pelabuhan, dengan industri perminyakan dan agribisnis.

Ruas tol selanjutnya yang direncanakan dapat operasi pada tahun 2020 adalah Padang Pekanbaru Seksi I Padang Sicincin (30,4 km) dengan progres konstruksi saat ini 10,03 persen. Ruas/segmen ini merupakan bagian dari Jalan Tol Padang - Pekanbaru sepanjang 254,8 km yang membutuhkan investasi sebesar Rp 80,41 triliun dengan target penyelesaian selama lima tahun (2018-2023).

Tingginya biaya investasi, di samping karena jaraknya cukup panjang juga akan dibangun lima terowongan dengan total panjang 8,95 km yang menembus pegunungan Bukit Barisan. Saat ini PT Hutama Karya yang mendapatkan penugasan dari Pemerintah sedang melakukan pengadaan kontraktor untuk segmen Pekanbaru-Bangkinang (35 km).

Ruas terakhir pada Jalan Tol Trans Sumatera yang direncanakan beroperasi pada tahun 2020 yakni Tol Kayu Agung-Palembang-Betung seksi 2 Jakabaring-Musilindas (24,9 km) dan seksi 3 Musilindas-Betung (44,29 km) dengan progres konstruksi saat ini masing-masing 49,89 persen dan 5,85 persen.

(mdk/bim)

Baca juga:
Deretan Mega Proyek Infrastruktur yang Diresmikan Jokowi di 2019
Bos Hutama Karya Bagikan Buku Panduan Keselamatan Tol Trans Sumatera untuk Pemudik
Jelang Nataru 2020, Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka Fungsional Selama 10 Hari
Kendaraan Menumpuk di Palembang - Banyuasin, Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Lain
Per 3 Hari Terjadi 1 Kecelakaan di Tol Terbanggi Besar-Kayuagung
Pertamina Antisipasi Kebutuhan BBM di Tol Baru saat Libur Natal dan Tahun Baru
Tol Kayuagung-Palembang Difungsikan, Gratis saat Natal dan Tahun Baru

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.