Gurita Bisnis Telkom Mengejar Zaman

Gurita Bisnis Telkom Mengejar Zaman
Ilustrasi operator seluler. ©2016 Merdeka.com
UANG | 26 Februari 2020 09:00 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Semua bermula dari pernyataan menghentak yang dilontarkan Menteri BUMN Erick Tohir. Dia menyebut, Telkom sebagai induk usaha hanya mengandalkan pendapatan dari salah satu anak usahanya yakni Telkomsel. Telkom hendaknya sebagai induk juga mengubah core bisnis agar dapat bersaing dengan perusahaan milik negara lain.

"Enak sih Telkom-Telkomsel dividen revenue digabung hampir 70 persen, mendingan tidak ada Telkom. Langsung saja Telkomsel ke BUMN, dividennya jelas,” ujar Erick di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (12/2).

Tak berselang lama dari pernyataan Erick, saham Telkom Group bergejolak dan mengalami pelemahan. Namun ada yang menyebut bahwa gejolak itu murni karena kondisi ekonomi yang berimbas pada sentimen pasar. Namun, tak lama kemudian Menteri BUMN itu mencoba untuk mengklarifikasi pernyataannya itu. Intinya, Telkom diminta mempercepat laju inovasi agar tak ketinggalan zaman.

Terlepas dari pernyataan Erick itu, sejatinya Telkom Group memiliki lima segmen bisnis utama untuk mengejar ketertinggalan di era digital ini. Yaitu Mobile, Enterprise, Consumer, Wholesale & International Business, dan lain-lain. Dari lima segmen bisnis utamanya itu, terdapat 11 entitas anak usaha yakni Telkomsel, Telkommetra, Telkomsat, Pins, PT Jalin Pembayaran Nusantara, Telkom Akses, Telin, Mitratel, TelkomInfra, Metranet, dan Telkom Properti.

Segmen Bisnis dan Entitas Usaha Telkom Group

bisnis telkom
©2020 Merdeka.com

Baca Selanjutnya: Rincian Kontribusi Pendapatan Telkom...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami