Hadapi New Normal, Masyarakat Diharapkan Disiplin Perangi Virus Corona

Hadapi New Normal, Masyarakat Diharapkan Disiplin Perangi Virus Corona
UANG | 27 Mei 2020 10:23 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah telah membuat panduan New Normal, melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja Perkantoran dan Industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.

Panduan pencegahan penularan Covid-19 mulai dari imbauan kepada pihak manajemen untuk senantiasa memantau perkembangan Covid-19 di lingkungannya.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rahmad Handoyo menyatakan, satu-satunya cara agar bangsa Indonesia bisa memenangkan pertarungan melawan wabah virus Corona (Covid-19) adalah menerapkan sikap disiplin yang tinggi. Menurutnya, panduan new normal pun tidak akan berpengaruh besar jika masyarakat tak patuh.

"Di tengah pandemi seperti saat ini, kita diultimatum, mau menang atau kalah. Kalau mau menang melawan wabah Covid-19 ini, tidak ada pilihan lain, sikap disiplin yang ketat adalah kuncinya. Kalau tidak, wabah Covid-19 ini bisa meledak lagi. Jangan sampai, ramalan WHO yang mengatakan Indonesia bisa menjadi episentrum baru Covid-19, menjadi kenyataan," katanya di Jakarta (27/5).

infografis the new normal di kantor

©2020 Merdeka.com

Legislator asal Boyolali, Jawa Tengah ini mengakui, masalah disiplin bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Selama ini banyak masyarakat yang masih membandel terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. "Memang banyak sekali kasus-kasus yang mencuat belakangan ini, yang menunjukkan ketidakdisiplinan itu. Tapi, marilah, ke depan semua pihak, harus bersikap lebih disiplin lagi," imbaunya.

Satu hal yang diharapkan Rahmad adalah peran para tokoh dan elit bangsa ini mencontohkan sikap disiplin dengan cara bersatu melawan virus Corona. Aparat yang melakukan pengawasan juga harus bertindak lebih tegas.

"Sekarang saatnya semua pihak bersatu melawan musuh bersama, yakni virus Corona. Para tokoh bangsa ini hendaknya menghindari hiruk pikuk yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Aturan New Normal Diharapkan Tak Tumpang Tindih

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Nihayatuh Wafiroh turut mengingatkan agar aturan new normal tidak tumpang tindih dengan aturan yang sudah ada. Termasuk, protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Kita berharap peraturan ini tidak seperti peraturan-peraturan sebelumnya yang satu tumpang tindih, yang kedua terkesan sering berubah-ubah," katanya.

Dia memahami langkah pemerintah menerapkan kebijakan new normal, karena dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian, sosial dan sebagainya sangatlah besar. Namun, dia mengajak semua tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

"Kita tetap waspada dan tetap melakukan protokol Covid-19, tapi satu sisi roda perekonomian juga tidak mati 100 persen," ucapnya. (mdk/azz)

Baca juga:
80 Mal di Jakarta Bersiap Hadapi New Normal
Penerapan New Normal, Kapolri Sebut Tugas Polisi Mendisiplinkan Warga Bukan Menghukum
Politisi NasDem: Mestinya dari Awal TNI-Polri Dilibatkan Disiplinkan Masyarakat
Terapkan New Normal, Pemerintah Diingatkan Beri Perhatian ke Pesantren
Ini 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota yang Akan Menerapkan New Normal
Ridwan Kamil Sebut saat New Normal, TNI-Polri Bakal Jaga Pasar & Mal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5