Hadapi Pandemi, Sri Mulyani Dorong Pesantren Genjot Perekonomian Masyarakat

Hadapi Pandemi, Sri Mulyani Dorong Pesantren Genjot Perekonomian Masyarakat
Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani
EKONOMI | 22 Oktober 2020 11:23 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Dalam Peringatan Hari Santri Nasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak para santri dan pesantren untuk saling gotong royong membantu pemerintah dalam akselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Mengingat, banyak masyarakat banyak dihadapkan pada kondisi ekonomi sulit sering terganggunya berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi nasional akibat corona.

"Di tengah pandemi yang banyak memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi. Saya berharap santri dan pesantren akan menjadi sumber inspirasi terhadap daya tahan dan daya mampu ekonomi untuk terus berkreasi di dalam cobaan Covid-19," ujar dia dalam webinar, Kamis (22/10).

Sri Mulyani mengatakan, santri dan pesantren berperan penting dalam membantu pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional. Sebab, pesantren dianggap mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat.

Oleh karena itu, dia menaruh harapan besar kepada para santri dan pesantren di seluruh wilayah Indonesia Indonesia untuk mampu menjalankan pernah penting mengemban amanah sebagai sentra ekonomi kerakyatan. Juga sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

"Karena ini merupakan salah satu wujud jihad dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas perekonomian masyarakat kita. Karena sebaik-baiknya manusia ialah manusia yang paling bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Ma'ruf Amin Mau Seluruh Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi
Jogo Santri, Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19 di Cilacap
Bamsoet Dorong Kemenag Gelar Tes Covid-19 Massal di Pesantren
Pasien Positif Covid-19 di Sulbar Meledak, Ada 155 Kasus Baru dari Klaster Pesantren
Wagub Jateng Minta Santri di Ponpes yang Jadi Klaster Covid-19 Tidak Dipulangkan
Belasan Santri Terpapar Covid-19, Pesantren di Tasikmalaya Dikarantina

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami