Hal-Hal Ini Tetap Jalan dari dan ke China, Meski Impor dan Penerbangan Dihentikan

Hal-Hal Ini Tetap Jalan dari dan ke China, Meski Impor dan Penerbangan Dihentikan
UANG | 6 Februari 2020 07:30 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Pemerintah telah menerapkan kebijakan menghentikan sementara impor dari China, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia. Sebelumnya, pemerintah juga telah menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China, serta mencabut sementara pembebasan visa untuk turis China.

Pelarangan ini mendapat beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Mengingat, kontribusi China ke ekonomi Indonesia cukup besar, seperti kunjungan pariwisata hingga ekspor impor di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta para menteri terkait untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan tersebut ke ekonomi Indonesia. "Dikalkulasi secara cermat dampak dari kebijakan ini bagi perekonomian kita, baik dari sektor perdagangan investasi dan pariwisata," jelasnya.

Meski begitu, masih ada hal-hal yang tetap jalan dari dan ke China, di tengah kekhawatiran meluasnya virus corona ini.

1 dari 3 halaman

Pengiriman Kargo

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan, pengiriman barang atau kargo dari dan ke China, baik melalui pelabuhan maupun bandara dipastikan akan tetap berjalan seperti biasa.

"Berdasarkan hasil rapat terbatas dengan Presiden kemarin sore yang dihadiri oleh bapak Menhub. Pemerintah memutuskan bahwa pengiriman kargo dari China tetap berjalan seperti biasa. Yang dihentikan sementara adalah pengiriman hewan hidup dari China," kata Hengki melalui keterangan resminya, Rabu (5/2).

Dia menjelaskan, alasan tidak dihentikannya pengiriman barang/kargo dari China adalah, belum ada temuan-temuan ada penularan virus korona melalui barang/kargo, dan belum ada imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) terkait hal itu.

2 dari 3 halaman

Impor Bahan Baku Industri

baku industri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tidak mempermasalahkan impor bahan baku industri dari China yang saat ini terdampak paling parah paparan wabah virus corona. Menperin tidak akan menyetop impor bahan baku selama produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan industri.

"Dampak corona suka atau tidak suka pasti ada. kita bicara satu per satu misalnya berkaitan dengan proses industri kita tidak boleh selalu melihat bahwa impor itu jelek, karena memang ada kebutuhan-kebutuhan impor yang berkaitan dengan proses produksi yaitu bahan baku yang diperlukan oleh industri," kata Agus saat ditemui setelah acara kunjungan Presiden Singapura di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (5/2).

Dia mengaku tidak bisa menolak impor bahan baku industri, sebab produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan industri. Namun demikian, Kemenperin akan terus mendorong pengembangan-pengembangan industri yang berkaitan dengan substitusi impor.

Menteri Agus menegaskan bahwa mau tidak mau, industri membutuhkan bahan baku impor. "Kita sudah mempelajari bahwa untuk seluruh industri manufaktur impor bahan baku yang ada di Indonesia, pertahunnya impor bahan baku dari China sebesar 30 persen," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Ekspor ke China

china

Menperin Agus mengatakan, penyebaran virus corona di China tak berpengaruh terhadap kegiatan impor dari Indonesia ke Negeri Panda tersebut.

"Saya kira belum ada dampaknya terhadap corona ini. Memang ada yang mengkhawatirkan ekonomi di China sendiri akan secara signifikan melemah dari corona virus itu sendiri. Ini something to be seen, kita lihat perkembangannya," tuturnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, ekspor Indonesia ke Negara Tirai Bambu tersebut juga akan mengalami perubahan jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Sebab, China merupakan salah satu mitra dagang Indonesia yang memiliki porsi besar dalam ekspor maupun impor.

"Ekspor-impor nanti akan kita tunjukkan tanggal 15 tapi pasti akan berpengaruh juga ya. Kita lihat seberapa besar pengaruh kita belum tahu karena kita tahu bahwa ekspor utama kita adalah ke China. Semua impor utama kita ke China. Jadi apa yang terjadi di China pasti akan berpengaruh kepada permintaan dan juga pengiriman barang," jelasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kebijakan Setop Barang Impor China untuk Cegah Virus Corona Dinilai Aneh
Virus Corona Buat Harga Bawang Putih Impor Asal China Naik Dua Kali Lipat
Geger Virus Corona, Menperin Agus Tak Akan Setop Impor Bahan Baku Industri dari China
Harga Jeruk Sunkist Impor Meroket Terdampak Virus Corona
Heboh Virus Corona, Harga Bawang Putih Naik 2 Kali Lipat
Dampak Virus Corona, Industri Farmasi Diramal Menko Airlangga Bakal Terpukul

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami