Hannover Messe 2021 Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur Digital

Hannover Messe 2021 Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur Digital
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia
UANG | 15 April 2021 16:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, perhelatan Hannover Messe 2021 Digital Edition membuka peluang besar dalam menjalin kerja sama antara perusahaan nasional dan global, terutama terkait dengan pengembangan teknologi digital.

"Kami melihat pentingnya event Hannover Messe ini tidak hanya sebagai ajang branding nasional, tetapi juga untuk mengakselerasi peningkatan kapabilitas sektor manufaktur dan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia," kata Agus di Jakarta, Kamis (15/4).

Oleh karena itu, melalui perhelatan tersebut Kementerian Perindustrian berkomitmen akan terus mendorong pembangunan infrastruktur digital guna mempercepat penerapan industri 4.0 di tanah air. Langkah strategis ini diyakini dapat memacu daya saing bangsa dan meningkatkan investasi baru khususnya di bidang teknologi.

"Karena kita ketahui, dengan pemanfaatan teknologi digital, produktivitas bisa menjadi lebih efisien dan produknya semakin berkualitas," ujarnya.

Seperti halnya infrastruktur fisik, infrastruktur digital juga merupakan unsur yang penting bagi pengembangan sektor industri manufaktur. Menurutnya, infrastruktur digital akan memacu daya saing sehingga akan lebih kompetitif di pasar global.

Selain itu, juga perlu didukung oleh teknologi fundamental industri 4.0, antara lain artificial intelligence, internet of things, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, serta 3D printing.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin mendorong industri elektronik untuk mendukung upaya pembangunan infrastruktur digital di tanah air. Sebab, pembangunan infrastruktur digital menjadi bagian vital dalam menarik minat investor untuk membangun pabriknya, khususnya di kawasan industri.

"Oleh karenanya, perusahaan pengelola kawasan industri perlu menyediakan sarana prasarana dan fasilitas yang mendukung untuk penerapan teknologi digital ini. Tentunya yang sesuai kebutuhan para investor, salah satunya adalah ketersediaan jaringan koneksi dan fasilitas digital yang mendukung," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier.

Adapun salah satu industri elektronik di Indonesia, PT. Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) berhasil masuk dalam jajaran Global Lighthouse Network menurut World Economic Forum (WEF) pada tahun 2019.

"SEMB telah menjadi role model bagi perusahaan manufaktur lainnya untuk dapat menerapkan industri 4.0. Apalagi, industri elektronik merupakan salah satu sektor prioritas berdasarkan roadmap Making Indonesia 4.0," ujar Taufiek.

Baca Selanjutnya: Kemudian ada juga PT Panasonic...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami