Hantu Berdasi Hingga Gubernur Rasa Presiden Bikin Investor Tak Nyaman Indonesia

Hantu Berdasi Hingga Gubernur Rasa Presiden Bikin Investor Tak Nyaman Indonesia
UANG | 22 Juni 2020 06:30 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Indonesia hingga saat ini belum mampu menjadi surga bagi investor. Bahkan, investor yang sudah menanamkan modalnya di Tanah Air malah kabur ke negara lain. Salah satu penyebabnya yaitu rumitnya perizinan di Indonesia.

Misalnya Samsung yang kabur dari Indonesia. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani menyebut salah satu penyebab hengkangnya Samsung dari Indonesia adalah masalah perizinan. Menurutnya, kerumitan perizinan ditawarkan pemerintah membuat perusahaan asing enggan melakukan relokasi ke Indonesia.

"Saya masih ingat adalah Samsung saya pakai contoh ini. Dulu Samsung Indonesia sudah 2 tahun ternyata birokrasi perizinan yang sulit akhirnya mereka investasi ke Vietnam," kata dia di DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6).

Rosan mengaku telah mendapatkan keluhan langsung dari bos Samsung mengenai kerumitan perizinan terjadi di Tanah Air. Mulai dari ketidak selarasan antara pemerintah pusat hingga pemerintah daerah membuat Samsung harus berpikir ulang untuk berada di Indonesia.

"Ini adalah salah satu contoh konkret apa birokrasi perizinan yang begitu banyak yang tumpang tindih yang memang harus kita selalu selaraskan," kata dia.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sendiri mengaku kecewa karena perusahaan asing lebih memilih berinvestasi di negara lain ketimbang Indonesia. Dia mendapat laporan dari Bank Dunia bahwa 33 perusahaan yang keluar dari China, justru berinvestasi ke negara-negara tetangga.

"23 (perusahaan) memilih (investasi) di Vietnam, 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Enggak ada yang ke kita," jelas Jokowi saat memimpin rapat terbatas antisipasi perkembangan perekonomian di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/9).

"Sekali lagi, 33 perusahaan di China yang keluar, saya ulang, 23 ke Vietnam, 10 ke Kamboja, Thailand, Malaysia," Jokowi mengulang.

Melihat kondisi ini, bagaimana sebenarnya kondisi investasi di Tanah Air? Berikut ulasannya:

Baca Selanjutnya: Harga Tanah Mahal...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami