Harapan Pengusaha ke Dirjen Pajak Baru

UANG | 1 November 2019 12:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Suryo Utomo resmi dilantik menjadi Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggantikan Robert Pakpahan yang baru pensiun. Perwakilan dunia usaha pun hadir dalam pelantikan tersebut.

Wakil Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani mengatakan, para pengusaha menyambut baik penunjukan Suryo Utomo. Untuk itu, Kadin siap mendukung program yang akan dilakukan.

"Kami semua menyambut baik penunjukan Pak Suryo sebagai pengganti Pak Robert. Dan kami tentu saja dari pelaku usaha mendukung program yang dilanjutkan Pak Suryo dari Pak Robert," kata Shinta di Kementerian Keuangan, Jumat (1/11)

Secara spesifik, dunia usaha juga mendorong program ekstensifikasi dari Dirjen Pajak agar bisa menyerap pajak dari pengusaha yang belum teridentifikasi atau tidak patuh pajak.

"Kami mendukung extra effort yang lebih bersifat ekstensifikasi yang mereka tidak ada dalam sistem, yang belum punya NPWP, yang tidak patuh, silakan melakukan extra effort," ucap Ketua Bidang Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Siddhi Widyaprathama.

Namun demikian, Siddhi mengakui penyerapan pajak memang sedang sulit karena dunia usaha sedang mengalami tekanan dari dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar Suryo Utomo bisa bekerja dengan sistem yang efisien dan melanjutkan reformasi SDM. Melalui Sri Mulyani, Presiden Jokowi pun memberikan pesan khusus bagi Dirjen Pajak Baru.

"Agar Dirjen pajak mampu tetap menjaga momentum penerimaan negara namun tidak boleh merusak iklim bisnis dan investasi. Suatu kombinasi tujuan yang berat dan tidak mudah," ucap Sri Mulyani.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pensiun, Eks Dirjen Pajak Robert Pakpahan Ingin Pulang ke Pematangsiantar
Jadi Bos Pajak, Ini Tugas Berat Suryo Utomo
Sri Mulyani Lantik Suryo Utomo jadi Dirjen Pajak
Lulusan PKN STAN Kini Tak Hanya Bisa Kerja di Kemenkeu, tapi Bisa di 32 Kementerian
Bos Bea Cukai: Selat Malaka Titik Masuk Ponsel Ilegal
Sri Mulyani Siapkan Dana Talangan BPJS Kesehatan Rp14 Triliun

(mdk/azz)