Harga ayam capai Rp 40.000 per Kg, Disdag Semarang sidak ke pasar

UANG | 27 Juli 2018 15:59 Reporter : Dian Ade Permana

Merdeka.com - Setelah sempat bertahan selama seminggu di kisaran harga Rp 36.400 per kilogram, kini harga daging ayam kembali naik menjadi Rp 40.000 per Kg. Kenaikan harga tersebut direspon Dinas Perdagangan Kota Semarang dengan melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan supermarket.

Sidak tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto tersebut dilakukan di Pasar Johar MAJT, Pasar Suryokusumo dan Supermarket Giant Tlogosari.

"Kami mem-follow up terkait apa yang dikeluhkan oleh masyarakat terkait dengan kenaikan harga daging ayam. Kami temukan di pasar yang kami kelola standar kisaran Rp 38 ribu sampai Rp 40.000," ungkap Fajar, Jumat (27/7).

Dia memprediksi, kenaikan harga tersebut karena pedagang kekurangan stok akibat adanya aturan dari pemerintah pusat yang mengimbau peternak ayam untuk membesarkan ayam secara organik. Selain itu, naiknya harga bahan pakan ayam, yakni jagung juga mempengaruhi kenaikan harga daging ayam.

"Sebelumnya kan pakai suplemen, ini diganti pakai organik. Jadi yang biasanya 25 hari sudah di distribusikan, ini mundur sampai 40 hari," terangnya.

Fajar menyebut lamanya proses distribusi ayam yang kini sampai 40 hari diikuti dengan kualitas ayam yang jauh lebih baik. Menurutnya, waktu tersebut sudah termasuk proses pemotongan untuk dikirim. Sehingga hal ini membuat kondisinya seolah-olah timbul kelangkaan.

"Tinggal bagaimana para pedagang menyikapi. Karena pasti akan seperti ini standarnya antara 35 sampai 40 hark. Untuk kami turunkan kelihatannya tidak mungkin karena untuk stok pemasoknya ini sudah berkurang," ungkapnya.

Untuk mengatasi hal itu, Fajar akan segera mengirimkan surat dan mengundang para peternak untuk bersama-sama mencari solusi supaya anjuran pemerintah tetap dilaksanakan namun tidak memengaruhi distribusi.

"Kalau di supermarket ini harganya mulai Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per kilo itu mungkin karena perbedaan kemasannya," tandas Fajar. (mdk/azz)

Baca juga:
KPPU Medan curigai ada kartel di balik tingginya harga telur ayam
Komisi IV DPR desak Kementan beri data konkret soal kenaikan harga telur
Pemerintah Jokowi turunkan tim cari penyebab krisis pangan di Pulau Seram
Ini saham bisa dikoleksi di tengah kenaikan harga telur dan daging ayam
Jokowi minta kepala daerah turun langsung ke lapangan pantau harga pangan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.