Harga BBM Diperkirakan Bakal Masih Mahal Hingga Tahun Depan

Harga BBM Diperkirakan Bakal Masih Mahal Hingga Tahun Depan
SPBU Abdul Muis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman
EKONOMI | 22 April 2022 12:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan harga minyak mentah akan terus mengalami kenaikan hingga 2023 mendatang. Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menaksir, harga minyak mentah pada 2022 hingga 2023 mendatang masih berkisar USD 100 per barel.

Kenaikan harga ini dinilai masih dampak dari perang Rusia-Ukraina. Dia juga menaksir hal ini sebagai bentuk perbaikan dari kondisi perekonomian global akibat terkendalinya pancemi Covid-19.

"Ada analisa cukup tinggi kenaikannya, dari sisi forecast, karena pandemi Covid-19 akan semakin mereda, sehingga traveling akan semakin meningkat tajam, kegiatan bisnis meningkat tajam, ini akan mempengaruhi demand," katanya dalam konferensi pers Kinerja SKK Migas Kuartal I 2022, Jumat (22/4).

"Di satu sisi, suplai terganggu krisis tersebut (Rusia-Ukraina), sehingga harga diperkirakan masih akan cukup tinggi dalam satu tahun dua tahun ke depan, paling tidak average di 2022-2023 masih diperkirakan sekitar USD 100 per barel," imbuhnya.

Mengacu data paparannya, harga rata-rata minyak mentah Brent pada Maret 2022 mencapai USD 112,46 per barel. Angka tertinggi tercatat pada 8 Maret 2022 sebesar USD 127,98 per barel.

2 dari 2 halaman

Harga LNG

rev1

Sementara itu, Dwi menyampaikan posisi harga gas bumi global kondisinya tak jauh berbeda. Dia menyampaikan harga gas global mengalami peningkatan hingga berada di atas USD 25 per MMBTU.

Dia menaksir harga gas Asia masih mendekati USD 10 per MMBTU atau ini disebut lebih tinggi dari Eropa dan Amerika Serikat.

"Jadi kemungkinan bisa segera turun di 2023 dan hingga 2025 relatively masih cukup tinggi dibanding pernah sampai di bawah USD 3 per MMBTU," katanya.

"Ini volatilitynya memang besar ya untuk bisa menebaknya, tetapi jangka panjangnya diperkirakan masih akan cukup tinggi, paling tidak hingga 2027 mungkin posisinya di titik rendah, dan secara bertahap diperkirakan akan naik lagi," imbuh dia.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Konsumsi BBM Selama Mudik Diperkirakan Naik Hingga 15 Persen
Diprioritaskan saat Beli BBM Subsidi, Kendaraan Umum di Aceh Diberi Stiker Khusus
Pertamina International Shipping Operasikan 282 Kapal Jamin Kelancaran Distribusi BBM
Realisasi Subsidi Energi Melonjak Tajam Hingga Tembus Rp38 Triliun
Pemerintah Bakal Guyur Bansos dan Subsidi Redam Dampak Kenaikan Harga BBM Hingga LPG
Menteri ESDM: Stok Pertalite Cukup untuk 21 Hari, Elpiji 14 Hari
Menteri ESDM soal Wacana Harga Pertalite Naik: Tak Mungkin Kita Bebankan Masyarakat

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini