Harga BBM Tak Turun, Perusahaan Energi Dapat Stimulus dari Uang Rakyat

Harga BBM Tak Turun, Perusahaan Energi Dapat Stimulus dari Uang Rakyat
SPBU. ©2012 Merdeka.com
EKONOMI | 11 Juni 2020 15:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP), Bisman Bakhtiar berpendapat, harga BBM yang belum turun merupakan salah satu bentuk stimulus yang diberikan untuk perusahaan energi di tengah wabah pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, keringanan tersebut bukan diberikan oleh pemerintah, melainkan pihak konsumen yang rela membeli bahan bakar minyak dengan harga tak sesuai dengan keekonomisan.

Bisman menilai, kebijakan menurunkan harga barang dan kebutuhan pokok merupakan suatu kewajiban di saat kondisi perekonomian drop, termasuk untuk BBM.

"Tetapi bisa jadi, tidak turunnya harga BBM ini sebenarnya juga merupakan stimulus, stimulus bagi perusahaan-perusahaan. In service maupun keuntungan," ujar Bisman dalam sesi teleconference, Kamis (11/6).

Menurut dia, insentif tersebut menjadi lumrah jika diberikan kepada PT Pertamina (Persero) yang masih menjadi perusahaan milik negara. Bisman justru mempermasalahkan pemberian stimulus yang turut dirasakan oleh perusahaan energi swasta.

"Tetapi stimulus ini juga kan juga dinikmati oleh Shell, oleh Total, dan oleh perusahaan-perusahaan energi yang lain. Saya kira ini korporasi-korporasi yang menikmati stimulus itu," tuturnya.

"Cuma problemnya stimulus ini tidak berasal dari cash negara, tidak berasal dari uang negara langsung, tapi diambil atau dikeruk dari uang recehan rakyat yang dikumpulkan melalui selisih harga BBM," cibir dia.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Pemerintah Tak Turunkan Harga BBM

Sebelumnya, pemerintah telah menjelaskan alasan mereka belum kunjung menurunkan harga BBM. Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, harga BBM nasional saat ini masih salah satu yang termurah di ASEAN sehingga belum perlu diturunkan.

"Kita bukan yang termahal di Negara ASEAN. Volume kita juga turun signifikan. Pemerintah tetap mempertahankan kebijaksanaan kebijakan untuk BBM tertentu seperti premium," ucap Menteri Arifin dalam rapat virtual dengan Komisi VII DPR RI, Senin (4/5).

Demikian juga dengan Pertamina yang menyatakan harga BBM tidak akan berubah sejak 2016 meskipun harga minyak dunia mengalami fluktuasi.

"Masyarakat dapat memastikan, BBM subsidi dan penugasan (Premium dan Solar) dalam beberapa tahun tidak mengalami kenaikan, baik dalam kondisi minyak dunia tengah naik atau turun," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman beberapa waktu silam.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Minyak Mentah Kembali Naik, Harga BBM Dinilai Tak Perlu Turun
Masyarakat Diperkirakan Rugi Rp18 T Akibat Harga BBM Terlalu Mahal
Presiden Jokowi Disomasi Akibat Harga BBM Tak Kunjung Turun
Apindo Minta Turunkan Harga BBM, Gas dan Tarif Listrik Imbas Pandemi Corona
Stabilisasi Harga BBM Dibutuhkan agar Ekonomi Nasional Lebih Terjaga
Ombudsman Ungkap Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga BBM

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami