Harga Cabai Alami Kenaikan di Pasar Tradisional Akibat Mulai Berkurangnya Pasokan

UANG | 8 November 2019 11:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Harga sejumlah bahan pangan kompak naik pada hari ini. Harga komoditas cabai seperti cabai rawit merah dan cabai keriting merah tercatat naik di Pasar Pondok Gede, Kota Bekasi.

Pedagang sayur, Atun (56), menuturkan beberapa cabai memang mengalami kenaikan harga. Hanya cabai rawit hijau saja yang turun.

"Cabai merah keriting saya banderol Rp38.000 per kilogram (kg). Sedangkan cabai rawit merah Rp49.000 per kg, ini keduanya lagi sama-sama naik," ujarnya kepada Liputan6.com, Jumat (8/11).

Atun bercerita, stok komoditas cabai memang mulai habis. Dia sendiri mengambil komoditas sayuran dari pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur. "Salah satunya stok memang mulai habis, jadi pada naik. Tidak cuma cabai, bawang juga lagi tinggi," ujarnya.

Senada, pedagang sayur lain Ibu Rini (48) memang berkeluh tentang kenaikan harga cabai. Menurutnya, penurunan harga hanya dijumpai untuk jenis sayur kentang dan juga wortel.

"Dari induk ini harga bawang merah sudah Rp22.000. Kita jualnya sekarang Rp30.000 per Kg bahkan bisa lebih, bawang merah naik. Bawang putih yang masih stabil," ujarnya.

Untuk bawang putih, pihaknya mematok harga Rp32.000 per Kg. Adapun kentang dia jual seharga Rp15.000 per Kg. Disusul dengan wortel yang dibanderol Rp10.000 per Kg. "Tomat juga masih murah, normal Rp10.000 per Kg," kata dia.

1 dari 1 halaman

Presiden Jokowi Ingin Indonesia Timur Rasakan Harga-harga Murah Lewat Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji untuk dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia Timur. Ini dilakukannya lantaran kesenjangan ketersediaan infrastruktur di Indonesia bagian Barat dan Timur terhitung masih tinggi.

"Selama pemerintahan saya yang pertama, saya sudah berkeliling ke pedalaman-pedalaman khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur. Dari situlah dilihat ada ketimpangan infrastruktur antara wilayah bagian Barat, Tengah dan Timur yang belum tersentuh oleh pembangunan," ujarnya saat meresmikan Jembatan Youtefa di Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019).

Jika ini terus dibiarkan, dia melanjutkan, maka hal tersebut akan mempersulit pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara besar. "Yang ini kalau kita biarkan akan menyulitkan kita untuk bersatu sebagai sebuah bangsa besar. Karena itu saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur untuk dipercepat," serunya.

Dia pun menyebutkan, pengadaan infrastruktur ini bakal berjalan paralel dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesuai misi Presiden Jokowi pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

"Tujuannya adalah selain menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, juga untuk mempersatukan bangsa kita, membangun konektivitas, membangun hubungan antar pulau, provinsi, kota dan kabupaten," ucap dia.

Dengan begitu, Presiden Jokowi mengatakan, itu akan mempercepat laju transportasi dan pengiriman barang, sehingga turut memudahkan masyarakat mendapat barang dan jasa dengan harga lebih rendah.

"Semua infrastruktur perhubungan termasuk jembatan akan membuat pergerakan barang dan pergerakan manusia menjadi cepat dan lebih lancar. Sehingga rakyat akan mendapat harga-harga barang, harga jasa yang jauh lebih murah. Ujungnya mempersatukan masyarakat karena ada interaksi dan komunikasi yang lancar antar masyarakat kita," tutur Presiden Jokowi.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Bulog Bakal Bangun King Market, Toko Modern Khusus Pangan
Monopoli Rute Tol Laut Didominasi Kawasan Timur Indonesia
BI Beberkan Penyumbang Inflasi Oktober 2019
Penurunan Harga Pangan Jadi Pemicu Inflasi Oktober Capai 0,02 Persen
Musim Kemarau Bikin Harga Daging Ayam Naik Menjadi Rp23.000 per Kg
Peminat Masih Banyak, Harga Minyak Goreng Curah Dibanderol Rp12.000 per Kg
Harga Cabai dan Bawang Kompak Turun