Harga Gula Masih Tinggi, Menko Airlangga Sebut Akibat Impor Terganggu Lockdown Corona

Harga Gula Masih Tinggi, Menko Airlangga Sebut Akibat Impor Terganggu Lockdown Corona
UANG | 13 Mei 2020 16:13 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui harga gula pasir di tingkat pasar dan masyarakat masih mengalami lonjakan tinggi. Hal itu terjadi karena keran impor yang dilakukan pemerintah mengalami penundaan akibat adanya pembatasan atau lockdown.

"Memang itu yang menjadi salah satu persoalan," kata Menko Airlangga usia melakukan ratas, di Jakarta, Rabu (16/5).

Sementara itu, terkait dengan tingginya harga bawang merah memang pemerintah tidak berencana untuk melakukan impor. Mengingat masih ada beberapa daerah yang bisa memproduksinya dalam jumlah besar.

Bawang merah masih menjadi salah satu komoditas yang harganya cukup tinggi. Rata-rata di Jawa saja harganya dari Rp45.000 sampai dengan Rp49.000 per kilogram. Kemudian di Jayapura bahkan bisa menembus mencapai Rp64.000.

"Jadi seperti mentan sampaikan ini masalah distribusi yang akan perlu didorong," katanya.

Baca Selanjutnya: Impor Bawang Putih...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami