Harga Pertamax Hingga Shell Diproyeksi Masih Mahal Hingga 2023

Harga Pertamax Hingga Shell Diproyeksi Masih Mahal Hingga 2023
SPBU Abdul Muis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman
EKONOMI | 17 Juni 2022 11:06 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi tengah mahal saat ini. Mahalnya harga BBM disebabkan tersendatnya pasokan dunia akibat sanksi untuk Rusia sebagai salah satu produsen minyak terbesar.

Imbasnya untuk Indonesia terlihat pada harga BBM non subsidi yang dipatok di belasan ribu Rupiah. Ini terjadi karena harga BBM non subsidi mengikuti mekanisme pasar.

Konsultan dunia, Wood Mackenzie memprediksi, harga bahan bakar minyak di SPBU tetap tinggi hingga tahun depan. Menurutnya, penyebab hal tersebut karena gangguan pasokan minyak Rusia dan kilang kesulitan untuk memenuhi permintaan yang pulih dari pandemi.

Dikutip dari Antara, Jumat (17/6), tekanan akan mereda pada tengah tahun 2023 ketika beberapa kilang besar baru termasuk di Timur Tengah diperkirakan akan mulai beroperasi, kata WoodMac dalam sebuah laporannya.

"Sistemnya terlihat sangat, sangat ketat sampai kapasitas (pemurnian) baru muncul," kata Gelder kepada Reuters.

WoodMac memperkirakan sekitar 2,5 juta barel per hari kapasitas penyulingan baru akan dioperasikan selama tiga kuartal berikutnya, termasuk kilang baru Jizan 400.000 barel per hari di Arab Saudi, kilang minyak Dangote 650.000 barel per hari di Nigeria, kilang al-Zour 615.000 barel per hari di Kuwait, dan beberapa kilang di China.

Sanksi Barat terhadap minyak Rusia setelah invasinya ke Ukraina pada Februari telah menyebabkan produksi minyak mentah Rusia dan produksi kilang lebih rendah. Imbasnya, aliran minyak di seluruh dunia terganggu dan mendorong harga minyak lebih tinggi.

Konsultan itu memperkirakan harga minyak mentah rata-rata sekitar USD 100 per barel tahun depan dibandingkan dengan USD 110 tahun ini. Kontrak acuan harga minyak mentah Brent saat ini mendekati USD 120 per barel.

2 dari 2 halaman

Harga BBM Shell dan Pertamina per Juni 2022

shell dan pertamina per juni 2022

PT Pertamina (Persero) dan Shell Indonesia mengeluarkan informasi harga BBM terbaru untuk bermacam jenis produknya per Juni 2022 ini. Per 1 Juni 2022, Shell Indonesia kembali menaikan harga BBM untuk kelima produk bahan bakarnya.

Shell Indonesia

Shell Super: Rp 17.500 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara)

Shell V-Power: Rp 18.500 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara)

Shell V-Power Diesel: Rp 19.460 per liter (Jakarta, Banten, dan Jawa Barat)

Shell V-Power Nitro+: Rp 19.420 per liter (Jakarta, Banten, dan Jawa Barat)

Shell Diesel Extra: Rp 19.040 per liter (Jawa Timur dan Sumatera Utara)

Pertamina

Pertalite: Rp 7.650 per liter (seluruh Indonesia)

Pertamax:

- Rp12.500 per liter (Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur)

- Rp12.750 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat)- Rp13.000 per liter (Riau, Kepulauan Riau, Kodya Batam (FTZ), Bengkulu)

Pertamina Dex:

- Rp 13.700 per liter (Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur)

- Rp 14.000 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat)- Rp 14.300 per liter (Riau, Kepulauan Riau, Kodya Batam (FTZ), Bengkulu)

Dexlite

- Rp 12.950 per liter (Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur)

- Rp 13.250 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat)- Rp 13.550 per liter (Riau, Kepulauan Riau, Kodya Batam (FTZ), Bengkulu)

Pertamax Turbo

- Rp 14.500 per liter (Aceh, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur)

- Rp 14.800 per liter (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat)- Rp 15.100 per liter (Riau, Kepulauan Riau, Kodya Batam (FTZ), Bengkulu).

(mdk/bim)

Baca juga:
Ingat, Pertalite Hanya Boleh Digunakan Masyarakat Tak Mampu dan Kendaraan Umum
Pemerintah Kaji Pengenaan Cukai untuk BBM dan Detergen
Pertamina Tunggu Revisi Aturan untuk Terapkan Pembelian Pertalite Lewat Aplikasi
BBM Satu Harga Capai 328 Titik Penyaluran, Paling Banyak di Kalimantan
Penggunaan Aplikasi Saat Beli Pertalite Diharapkan Tak Timbulkan Antrean Panjang
DPR Apresiasi Program Optimalisasi Subsidi Melalui Pengoperasian BBM Satu Harga
Subsidi Ditambah, Pertamina Pastikan Harga Pertalite, Solar dan Elpiji 3 Kg Tak Naik

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini