Harga Saham Jasa Marga Tak Stabil, Ini Alasannya

UANG | 29 November 2018 20:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Harga saham emiten BUMN sektor infrastruktur semisal PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) terpantau naik turun dalam waktu dekat, seiring masifnya pembangunan yang dilakukan perusahaan BUMN. Seperti pada penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu 28 November 2018 kemarin, dimana JSMR ditutup memerah pada angka 3.980.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, ketidakpastian harga saham perseroan disebabkan lantaran kondisi makro yang tak stabil. Sementara dari segi fundamental, Jasa Marga masih baik-baik saja.

"Itu kan makronya ya. Kalau harga saham itu dua, fundamentalnya-perusahaannya sama marketnya. Fundamental kan baik-baik aja. Ya (jadi) market, kita ke bawah," ungkap dia di Km 25 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (29/11).

Ketidakjelasan kondisi makro ini coba ia gambarkan lewat keputusan Bank Indonesia yang menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 6 persen pada 15 November 2018 lalu, sebagai reaksi terhadap kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang sebelumnya telah lebih dulu meninggikan suku bunga acuan.

"Itulah makro. Berbagai hal itu menunjukan bahwa makronya enggak kondusif. Kalau nanti sudah normal lagi, baru (harga saham) naik lagi. Fundamentalnya bagus-bagus kok," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Proyek Tol Jakarta-Cikampek Selatan Masih Terkendala Pembebasan Lahan
Gerbang Tol Cikarang Utama Bakal Dipindah ke Cikampek Sebelum Lebaran 2019
Tol Japek Kerap Macet Akibat 3 Proyek Besar, Ini Kata Bos Jasa Marga
Setelah Diresmikan, Tol Sragen-Ngawi Digratiskan Selama Seminggu
Pertamina Gandeng Jasa Marga Bangun SPBU di Sepanjang Tol Trans Jawa

(mdk/azz)