Harga Tanah yang Mahal Bikin Investasi RI Kalah dari Vietnam

Harga Tanah yang Mahal Bikin Investasi RI Kalah dari Vietnam
UANG | 19 Juni 2020 17:32 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia buka suara soal kondisi daya saing investasi Indonesia yang tertinggal dari Vietnam. Menurut dia, faktor utama yang menyebabkan investor asing enggan berinvestasi di dalam negeri yakni harga tanah di kawasan industri yang terlampau mahal.

"Di Vietnam itu, harga tanah industri cuma Rp1 juta lebih per meter. Bahkan ada yang gratis tanahnya atau dengan sistem sewa," kata dia dalam video conference via Facebook, Jumat (19/6).

Sedangkan, harga tanah pada kawasan industri dalam negeri rata-rata dibanderol Rp3 juta per meter. Bahkan, di kawasan industri tertentu harga tanah bisa mencapai Rp4 juta lebih per meter.

BKPM sendiri telah mengantongi data terkait harga tanah pada kawasan industri di Asia Tenggara. Tercatat Indonesia menduduki peringkat pertama dengan nilai Rp3,17 juta per meter, Thailand Rp3,03 juta per meter, Filipina Rp1,79 juta per meter, Malaysia Rp1,41 juta per meter, dan Vietnam Rp1,27 juta per meter.

"Jadi, tanah kita di kawasan industri itu rata-rata Rp3 juta lebih per meter masih kurang menarik bagi investor. Karena, ada yang Rp2 juta, ada yang Rp1,5 juta," terangnya.

Baca Selanjutnya: Bahlil mengimbau penyedia kawasan industri...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami