Harga Tiket Pesawat Mahal, Maskapai Kurangi Operasi Armada Saat Mudik

UANG | 10 Juni 2019 16:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penurunan jumlah pemudik yang menggunakan transportasi udara pada musim mudik Lebaran Idul Fitri 2019 mencapai 15 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini dikarenakan mahalnya harga tiket pesawat.

"Transportasi udara turun sekitar 15 persen," kata Budi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/6).

Selain karena harga tiket pesawat, penurunan jumlah pemudik juga dikarenakan adanya pengurangan pengoperasian armada pesawat. Dia menjelaskan, maskapai banyak mengurangi ā€ˇpengoperasian pesawat, sehingga masyarakat yang ingin mudik menggunakan transportasi udara kesulitan mendapat tiket pesawat.

"Jumlah pesawat itu banyak sekali, kalau saja jumlah pesawat itu ditambah tidak sebanyak itu, jadi saya dengar ada pesawat-pesawat yang tidak dioperasikan selain pesawat Max itu tidak dioperasikan, karena banyak yang tidak dapat tiket," tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang yang menggunakan pesawat udara untuk rute domestik pada April 2019 menurun hingga 28,48 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu (year on year).

Sementara itu, secara month to month jumlah penumpang pesawat juga mengalami penurunan sebesar 6,26 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada April 2019 sebanyak 5,7 juta orang atau turun 6,26 persen dibanding bulan sebelumnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Jumlah Penumpang Turun 28,48 Persen
Pekan Depan, Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Bakal Dievaluasi
Pemerintah Tetap Hati-Hati Terkait Rencana 'Impor' Maskapai Asing
Pengusaha Beberkan Keuntungan Masuknya Maskapai Asing di Indonesia
Bos AP II Dukung Rencana Presiden Jokowi Soal Datangkan Maskapai Asing
Beri Persaingan Garuda Indonesia dan Lion Air, Darmin Dukung Maskapai Asing Masuk RI

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.