Hasil Pertemuan Menhub Budi Usai Bahas Kepadatan Kontainer di Tanjung Priok

Hasil Pertemuan Menhub Budi Usai Bahas Kepadatan Kontainer di Tanjung Priok
Pelabuhan Tanjung Priok. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
UANG | 16 April 2021 05:00 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Pelindo II (IPC), Jakarta, Kamis (15/4). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dan melakukan mitigasi jika terjadi kepadatan lalu lintas kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menhub mengatakan, ada dua hal yang telah disepakati dalam rapat untuk menangani kepadatan di arus lalu lintas kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Penerapan Standard Operation Procedure (SOP) dan digitalisasi menjadi satu hal penting untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Maka dari itu, Saya tugaskan Otoritas Pelabuhan dan Pelindo II untuk melaksanakannya dan mengoordinasikannya dengan Bea Cukai," kata Budi Karya dikutip dari Antara, Kamis (15/4).

Budi Karya mengatakan, apabila satu pelabuhan mengalami penumpukan jumlah kedatangan, maka wajib dialihkan ke pelabuhan lain. Karena saat ini ada ketimpangan antara Pelabuhan satu, dua, dan tiga, yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menhub juga meminta adanya penertiban dan penegakan hukum terhadap perusahaan yang beroperasi tidak sesuai lahan dan zonasinya.

"Banyak sekali perusahaan yang menempati tidak sesuai dengan peruntukkan lahan dan zonasinya, sehingga terjadi penumpukan di beberapa titik. Kami sudah berkoordinasi ke Gubernur DKI untuk menyeleksi mereka serta menganjurkan mereka untuk beroperasi di daerah industri," ucapnya.

Selain itu, Menhub meminta adanya koordinasi antar pemilik barang terkait arus lalu lintas tersebut, sehingga truk yang masuk membawa barang dapat keluar juga dengan membawa barang atau tidak kosong muatannya.

"Kami ingin ada perbaikan dan ingin meningkatkan indeks logistik supaya makin baik. Di masa Lebaran ini di mana angkutan logistik boleh bergerak leluasa, Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat melakukan pergerakan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan logistik di masa Lebaran," katanya.

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain oleh Dirjen Perhubungan Laut Agus H. purnomo, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Dirut Pelindo II Arif Suhartono, dan perwakilan dari asosiasi, serta instansi terkait lainnya.

Sebelumnya, telah terjadi penumpukan arus kendaraan pengangkut kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu. Diketahui, penyebabnya karena imbas dari terganggunya lalu lintas kapal yang terjadi di Terusan Suez, Mesir, akibat adanya kapal yang karam di wilayah tersebut. (mdk/idr)

Baca juga:
Strategi Kemenhub Urai Kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok
Menhub Sebut Padatnya Arus Logistik di Tanjung Priok Imbas Kemacetan Terusan Suez
Libur Nataru, Pendatang dari Luar Jakarta via Kapal Laut Meningkat
Pemeriksaan Surat Rapid Test bagi Penumpang Kapal
Menhub: Kolaborasi Pelabuhan Tanjung Pokri dan Patimban Bisa Saingi Negara Lain
Menhub Budi: Pelabuhan Patimban akan Sama Besar dengan Tanjung Priok di 2027

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami