Hilirisasi Batubara Bisa Tingkatkan Nilai Tambah Hingga 5 Kali Lipat

Hilirisasi Batubara Bisa Tingkatkan Nilai Tambah Hingga 5 Kali Lipat
batubara. Merdeka.com
UANG | 21 Oktober 2020 15:33 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Berbagai negara maju mulai meninggalkan penggunaan energi fosil seperti batubara sebagai sumber energi. Begitu juga dengan Indonesia yang mulai mengembangkan energi baru terbarukan sebagai sumber energi baru untuk memenuhi kebutuhan.

Namun faktanya, Indonesia masih saja mengalami ketergantungan pada energi fosil. Selama 25 tahun mendatang, kebutuhan penggunaan energi fosil masih tumbuh 5,2 persen.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin mengatakan, perlu adanya hilirisasi dalam penggunaan batubara sebagai sumber energi. Selama ini batubara hanya dibakar untuk menghasilkan listrik dari energi uap (PLTU).

"Yang harus kita lakukan sekarang dalam konteks batubara ini hilirisasi harus jalan," kata Arviyan dalam Webinar Potret Energi Indonesia di acara Tempo Energy Day 2020, Jakarta, Rabu (21/10).

Arviyan ingin batubara tak hanya digunakan untuk PLTU. Penggunaan beberapa teknologi dalam pengolahan batubara bisa menghasilkan nilai tambah dalam proses hilirisasi.

Penggunaan teknologi dalam pengolahan batubara bisa menghasilkan beberapa produk seperti dimetil eter (DME) yang bisa digunakan sebagai pengganti LPG. Selain itu, juga bisa menghasilkan metanol dan polipropilena.

Baca Selanjutnya: Karbon Aktif...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami