Hilirisasi Kunci Dongkrak Pendapatan Industri Tambang Nasional

UANG | 14 Maret 2019 16:11 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Extractive Industries Transparancy Initiative (EITI) Indonesia mencatat, kontribusi industri ekstraktif terhadap perekonomian nasional selama 2016 cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diambil langsung dari alam sekitar atau lebih dikenal dengan perusahaan tambang.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kemenko Perekonomian, Montty Girianna mengatakan hilirisasi adalah kunci untuk mendongkrak kembali pendapatan negara dari sektor industri ekstraktif. Sehingga Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah.

"Hilirisasi jadi penting. Bagaimana caranya nilai ekonomi meningkat. Jadi kita bukan ekspor komoditas mentah tapi produk jadi," ujar Montty di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (14/3).

Montty mengakui, tantangan hilirisasi ini cukup banyak. Salah satunya membutuhkan investasi yang cukup besar dengan imbal hasil (yield) yang tidak bisa langsung diperoleh dalam waktu singkat.

"(Tantangan hilirisasi?) banyak. hilirisasi itu harus investasi, yield (imbal hasil) tidak serta merta sekarang. Tapi kalau ekspor sekarang, yield langsung dengan nilai kecil. Mau kecil sekarang atau gede later on (kemudian)," jelasnya.

Hal lain, kata Montty, adalah mengubah pola pikir perusahaan agar mau mengolah bahan baku menjadi barang bernilai tambah. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan berbagai insentif mendorong pengusaha mau melakukan hilirisasi.

"Sekarang tinggal pola pikir perusahaan mau seperti apa. Oleh karena itu kita berikan tax pajak. Pajak produk jadi lebih kecil sehingga mendapatkan insentif supaya hilirisasi," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Beberkan Penyebab Turunnya Kontribusi Industri Tambang Terhadap PDB
Kemenko Perekonomian: 2020 Semua Perusahaan Tambang Wajib Transparan
Pemerintah Minta Pengusaha Tambang Lebih Transparan
Menteri LHK Sebut Perbaikan Lubang Bekas Tambang Butuh Waktu, Memangnya Sangkuriang?
ESDM Resmi Terbitkan Rekomendasi Izin Ekspor Freeport dan Amman, Berlaku Hingga 2020
Evakuasi Korban Longsor di Tambang Emas, Petugas Bawa 3 Kantong Jenazah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.